Scroll untuk baca artikel
Finansial

Selama Sepekan Lalu, Terdapat 6 Pencatatan saham, 2 Waran dan 1 Obligasi di BEI

33
×

Selama Sepekan Lalu, Terdapat 6 Pencatatan saham, 2 Waran dan 1 Obligasi di BEI

Sebarkan artikel ini
Selama sepekan lalu, terdapat 6 pencatatan saham, 2 waran, dan 1 obligasi di BEI.

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA  – Mengawali pekan lalu, yaitu pada Senin (12/2), PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA), PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk (MKAP), dan PT Homeco Victoria Makmur Tbk (LIVE) mencatatkan sahamnya di BEI sekaligus menjadi perusahaan tercatat ke-14, 15, dan 16 di BEI.

MEJA yang turut mencatatkan warannya di BEI, bergerak pada sektor Barang Konsumen Non-Primer, subindustri Produsen Furnitur Rumah.

Sedangkan MKAP bergerak pada sektor Energi, subindustri Jasa & Perlengkapan Minyak, Gas, & Batu Bara.

LIVE bergerak pada sektor Barang Konsumen Non-Primer, subindustri Perlengkapan Rumah Tangga.

Pada hari berikutnya, Selasa (13/2), PT Ecocare Indo Pasifik Tbk (HYGN) mencatatkan sahamnya BEI.

HYGN menjadi perusahaan ke-17 yang tercatat di BEI pada tahun 2024. HYGN bergerak pada sektor Perindustrian dengan subindustri Jasa Pengelolaan Lingkungan & Sarana.

Baca Juga :   Sequis Ingatkan Perencanaan Keuangan agar Siap Rayakan Imlek

Kemudian pada Kamis (15/2), PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK) mulai mencatatkan saham dan warannya di BEI. BAIK merupakan perusahaan ke-18 yang tercatat di BEI pada tahun 2024. BAIK bergerak pada sektor Barang Konsumen Non-Primer dengan subindustri Rumah Makan.

Masih pada hari yang sama, Obligasi Berkelanjutan V Medco Energi Internasional Tahap II Tahun 2024 yang diterbitkan oleh PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) mulai dicatatkan di BEI dengan nilai nominal sebesar Rp1.500.000.000.000,00.

Hasil pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia untuk Sukuk Wakalah adalah masing-masing idAA- (Double A Minus). Bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini adalah PT Bank Mega Tbk.

Total emisi obligasi dan sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2024 adalah 13 emisi dari 12 emiten senilai Rp13,38 triliun.

Baca Juga :   BNI Dorong UMKM Sidoarjo Eksplorasi Pasar Internasional dengan Keripik Singkong

Dengan pencatatan tersebut maka total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 550 emisi dengan nilai nominal outstanding Rp468,28 triliun dan USD32,362 juta, diterbitkan oleh 128 emiten.

Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 186 seri dengan nilai nominal Rp5.810,39 triliun dan USD502,10 juta. EBA sebanyak 10 emisi senilai Rp3,25 triliun.

Data perdagangan saham BEI periode tanggal 12 sampai dengan 16 Februari 2024 mayoritas ditutup pada zona positif.

Peningkatan tertinggi sepekan terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian saham sebesar 37,79%, menjadi Rp13,82 triliun dari Rp10,03 triliun pada sepekan yang lalu.

Kemudian peningkatan turut diikuti oleh rata-rata frekuensi transaksi harian saham sebesar 25,37% menjadi 1.294.615 kali transaksi dari 1.032.639 kali transaksi pada sepekan lalu.

Baca Juga :   Mark Zuckerberg dan Priscilla Chan Jual Rumah di San Francisco Seharga Rp450 Miliar Lebih

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kenaikan sebesar 1,39%, dengan ditutup di level 7.335,545 dari 7.235,152 pada penutupan pekan lalu.

Kapitalisasi pasar sepekan ini juga mengalami peningkatan sebesar 1,06%, menjadi Rp11.603,01 triliun dari Rp11.481,43 triliun pada sepekan sebelumnya.

Sedangkan rata-rata volume transaksi harian saham mengalami perubahan sebesar 16,22% menjadi 17,72 miliar lembar saham, dari 21,15 miliar lembar saham pada sepekan lalu.

Peningkatan turut diikuti oleh pergerakan Investor asing pada hari ini mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp1,64 triliun dan sepanjang tahun 2024 investor asing telah mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp20,05 triliun.