BISNISASIA.CO.ID, MUARA ENIM — PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) memulai pengembangan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit 4 berkapasitas 55 megawatt (MW) di Sumatera Selatan. Proyek ini menjadi bagian dari strategi perseroan dalam mempercepat transisi energi bersih nasional.
Eksekusi proyek ditandai dengan kick off meeting pada 15 April 2026 di Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Lumut Balai dan Margabayur. Proyek ini ditargetkan rampung secara bertahap dengan penyelesaian awal eksplorasi pada Oktober 2027.
Direktur Utama PGE, Ahmad Yani, mengatakan pengembangan ini tidak hanya bertujuan menambah kapasitas terpasang, tetapi juga memperkuat keberlanjutan pasokan energi bersih.
“Proyek ini menjadi bagian penting dalam mendukung target bauran energi nasional sekaligus kontribusi Indonesia menuju net zero emissions,” ujarnya.
Tahap Awal: Investasi dan Pengeboran
Pada tahap awal, PGE akan melakukan pengeboran tiga sumur eksplorasi dengan estimasi investasi mencapai US$32,21 juta. Rangkaian pengembangan mencakup pembangunan infrastruktur, pengeboran, uji produksi, hingga penerbitan Notice of Resource Confirmation (NORC).
Dari sisi teknis, wilayah kerja Lumut Balai memiliki potensi panas bumi dengan luas area sumber daya sekitar 22 hingga 66 kilometer persegi. Studi geosains dan simulasi reservoir menunjukkan cadangan yang cukup untuk mendukung tambahan kapasitas 55 MW.
Direktur Eksplorasi & Pengembangan PGE, Edwil Suzandi, menyebut lokasi pengeboran berada di zona prospektif dengan permeabilitas tinggi.
“Pengembangan di area ini diharapkan berjalan lebih efisien dengan tingkat keberhasilan yang terukur,” katanya.
Target Operasi dan Ekspansi Kapasitas
PLTP Lumut Balai Unit 4 ditargetkan mulai beroperasi penuh (COD) pada 2032. Proyek ini akan melengkapi pengembangan Unit 3 yang direncanakan beroperasi pada 2030, sehingga total kapasitas area Lumut Balai mencapai 220 MW.
Direktur Operasi PGE, Andi Joko Nugroho, menegaskan proyek ini juga berperan dalam meningkatkan cadangan terbukti panas bumi.
“Eksplorasi ini mendukung target pengembangan 1 gigawatt sebagai bagian dari strategi ekspansi PGE,” ujarnya.
Dukungan RUPTL dan Prospek Komersial
Proyek Lumut Balai Unit 4 telah masuk dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034. Dari sisi komersial, proyek ini didukung skema power purchase agreement (PPA) dengan mekanisme eskalasi.
Selain itu, pertumbuhan kebutuhan listrik di Sumatera Selatan yang diproyeksikan mencapai sekitar 6,07% per tahun menjadi faktor pendorong utama.
Dengan kesiapan teknis, dukungan kebijakan, serta prospek permintaan yang kuat, PGE optimistis proyek ini akan memperkuat ketahanan energi nasional berbasis energi baru terbarukan.











