BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (IDX: PGEO) mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025 dan menetapkan perubahan strategis dalam jajaran manajemen melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).
Dalam RUPST tersebut, perseroan menunjuk Fransetya Hasudungan Hutabarat sebagai Direktur Keuangan baru, menggantikan Yurizki Rio. Penunjukan ini diharapkan memperkuat struktur kepemimpinan sekaligus mendukung akselerasi pertumbuhan bisnis.
Produksi Tertinggi Sepanjang Sejarah
Sepanjang 2025, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk mencatat produksi listrik panas bumi sebesar 5.095,48 GWh, meningkat 5,55 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian ini menjadi rekor tertinggi dalam sejarah perseroan.
Kinerja tersebut didorong oleh beroperasinya PLTP Lumut Balai Unit 2 secara komersial sejak Juni 2025, yang menambah kapasitas terpasang sebesar 55 MW menjadi total 727 MW.
Selain itu, perusahaan juga mengakselerasi sejumlah proyek strategis, termasuk eksplorasi PLTP Gunung Tiga serta kerja sama dengan PLN Indonesia Power dengan potensi tambahan kapasitas hingga 530 MW.
Dorong Diversifikasi dan Inovasi
PGE juga memperluas portofolio bisnis melalui berbagai inisiatif baru, seperti pengembangan green hydrogen di Ulubelu, proyek green data center berbasis panas bumi, serta inovasi Flow2Max hasil kolaborasi dengan Ecolab.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi diversifikasi pendapatan di luar bisnis utama listrik (beyond electricity).
Direktur Utama Ahmad Yani menegaskan bahwa pencapaian 2025 menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan jangka panjang perusahaan.
“PGE terus mengakselerasi pertumbuhan melalui optimalisasi aset, ekspansi bisnis, dan diversifikasi pendapatan untuk mendukung transisi energi bersih,” ujarnya.
Fundamental Keuangan Solid
Dari sisi keuangan, perseroan mencatat pendapatan sebesar US$432,73 juta dan laba bersih US$137,67 juta. EBITDA mencapai US$330,35 juta dengan margin 76,34 persen, mencerminkan fundamental yang kuat.
Kinerja ini menjadi modal penting untuk mendukung target kapasitas terpasang sebesar 1 GW pada 2028 dan 1,8 GW pada 2034.
Penguatan Kepemimpinan
Penunjukan Fransetya Hasudungan Hutabarat sebagai Direktur Keuangan menjadi bagian dari strategi penguatan organisasi. Ia memiliki pengalaman lebih dari 25 tahun di berbagai sektor, termasuk energi.
Sebelumnya, Fransetya menjabat sebagai Director of Finance Sub-Holding Refining & Petrochemical di PT Kilang Pertamina Internasional dan berhasil mendorong pencapaian investment grade rating dari lembaga pemeringkat global.
Selain perubahan manajemen, RUPST juga menyetujui perluasan kegiatan usaha perseroan ke sektor pengolahan data, infrastruktur komputasi, serta penyewaan peralatan, sebagai bagian dari pengembangan sumber pendapatan baru.
Susunan Manajemen Terbaru
Berikut susunan terbaru manajemen PT Pertamina Geothermal Energy Tbk:
Dewan Komisaris
- Komisaris Utama: Gigih Udi Atmo
- Komisaris Independen: Abdul Musawir Yahya
- Komisaris Independen: Mohammad Firmansyah
- Komisaris: John Anis
- Komisaris: Abdulla Zayed
Direksi
- Direktur Utama: Ahmad Yani
- Direktur Keuangan: Fransetya Hasudungan Hutabarat
- Direktur Eksplorasi dan Pengembangan: Edwil Suzandi
- Direktur Operasi: Andi Joko Nugroho
Dengan kombinasi kinerja operasional yang solid dan penguatan kepemimpinan, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk optimistis dapat mempercepat ekspansi sekaligus mendukung agenda transisi energi bersih nasional.











