BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Ketenagakerjaan memperkuat strategi komunikasi publik melalui kolaborasi dengan IKA FIKOM UNPAD guna meningkatkan efektivitas penyampaian informasi ketenagakerjaan kepada masyarakat.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Sekretaris Jenderal Kemnaker Cris Kuntadi dan Sekretaris Jenderal IKA FIKOM UNPAD Ivan Garda di Kantor Kemnaker, Jakarta, Senin (11/5/2026).
Penandatanganan kerja sama turut disaksikan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli serta Ketua Umum IKA FIKOM UNPAD Hendri Satrio.
Yassierli mengatakan komunikasi publik kini menjadi instrumen penting agar kebijakan pemerintah dapat dipahami sekaligus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Komunikasi merupakan kompetensi penting bagi angkatan kerja Indonesia. Melalui kerja sama ini, kami ingin memperkuat kemampuan komunikasi di seluruh ekosistem ketenagakerjaan,” ujar Yassierli.
Menurut dia, perubahan pola konsumsi informasi masyarakat mendorong pemerintah untuk menghadirkan pendekatan komunikasi yang lebih adaptif, inklusif, dan sederhana.
Karena itu, Kemnaker menggandeng institusi yang memiliki kepakaran di bidang komunikasi guna memperkuat kualitas penyampaian informasi publik.
Melalui kolaborasi tersebut, Kemnaker dan IKA FIKOM UNPAD akan mengembangkan strategi diseminasi informasi berbasis data dan teknologi digital, termasuk penyusunan narasi kebijakan yang relevan dengan perkembangan zaman.
Selain itu, kerja sama juga diarahkan untuk mempercepat penyampaian informasi yang akurat, tepercaya, dan mudah dipahami oleh masyarakat, pekerja, pencari kerja, hingga pelaku usaha.
Yassierli menegaskan kepercayaan publik menjadi fondasi penting dalam menjalankan agenda pembangunan ketenagakerjaan nasional.
“Komunikasi publik adalah kunci agar masyarakat tidak hanya mengetahui, tetapi juga merasakan manfaat dari setiap kebijakan ketenagakerjaan yang dihadirkan pemerintah,” katanya.
Sementara itu, Hendri Satrio menyambut positif kerja sama tersebut dan memperkenalkan semangat kolaborasi melalui tagline “Komunikatif, Produktif, dan Kompeten”.
Menurut Hendri, kolaborasi antara dunia pendidikan dan pemerintah diharapkan dapat meningkatkan kompetensi tenaga kerja Indonesia, khususnya di bidang komunikasi publik.











