BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA — Federal Express Corporation (FedEx) meluncurkan layanan chatbot berbasis WhatsApp di Indonesia sebagai bagian dari strategi digital perusahaan dalam meningkatkan aksesibilitas dan efisiensi layanan pelanggan.
Melalui layanan ini, pelanggan dapat mengakses berbagai kebutuhan logistik secara lebih praktis tanpa harus berpindah aplikasi atau melakukan panggilan telepon. Chatbot yang tersedia melalui akun WhatsApp FedEx Indonesia tersebut memungkinkan interaksi hampir secara real-time di platform komunikasi yang luas digunakan masyarakat.
Layanan ini tersedia dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, sejalan dengan pendekatan mobile-first yang diusung perusahaan untuk menjangkau pelanggan secara lebih luas melalui solusi yang cepat dan mudah digunakan.
Adapun sejumlah layanan yang dapat diakses melalui chatbot ini antara lain penjadwalan penjemputan kurir, pelacakan kiriman, pengelolaan preferensi pengiriman, hingga pelaporan kendala pengiriman. Selain itu, pelanggan juga dapat memperoleh informasi penagihan, mengajukan pertanyaan umum, serta terhubung dengan layanan pelanggan apabila diperlukan.
Secara keseluruhan, fitur-fitur tersebut dirancang untuk memberikan kemudahan dalam pengelolaan pengiriman sekaligus meningkatkan visibilitas serta kontrol pelanggan terhadap proses logistik.
Managing Director FedEx Indonesia, Garrick Thompson, menyatakan bahwa Indonesia merupakan pasar dengan karakteristik mobile-first, di mana WhatsApp memiliki peran penting dalam komunikasi sehari-hari.
“Melalui chatbot ini, kami ingin membuat layanan FedEx semakin mudah diakses melalui platform yang sudah akrab bagi pelanggan. Baik untuk pelaku usaha maupun individu, mendapatkan bantuan kini semudah mengirim pesan,” ujarnya.
Peluncuran chatbot ini melengkapi sejumlah investasi berkelanjutan FedEx Indonesia dalam meningkatkan kualitas layanan dan kapabilitas logistik. Pada Februari 2026, perusahaan meraih sertifikasi logistik halal yang memperkuat kemampuannya dalam menyediakan solusi logistik yang sesuai regulasi.
Sebelumnya, pada November 2025, FedEx juga meningkatkan layanan pengiriman barang berbahaya (dangerous goods) guna memperkuat keamanan dan efisiensi penanganan pengiriman sensitif, khususnya di wilayah Jabodetabek dan Batam.











