Scroll untuk baca artikel
Market

China Mobile Pimpin Standar Transformasi Operator Telekomunikasi Menuju Perusahaan Teknologi

36
×

China Mobile Pimpin Standar Transformasi Operator Telekomunikasi Menuju Perusahaan Teknologi

Sebarkan artikel ini
China Mobile telah menjadi perusahaan dengan kinerja terbaik dalam standar operator telekomunikasi menuju perusahaan teknologi (telco-to-techco) Omdia. Penelitian Omdia menilai upaya peralihan 12 penyedia layanan telekomunikasi terkemuka di dunia menuju model operator perusahaan teknologi, dengan mengintegrasikan layanan komunikasi dan teknologi.

BISNISASIA.CO.ID, TIONGKOK – China Mobile telah menjadi perusahaan dengan kinerja terbaik dalam standar operator telekomunikasi menuju perusahaan teknologi (telco-to-techco) Omdia.

Penelitian Omdia menilai upaya peralihan 12 penyedia layanan telekomunikasi terkemuka di dunia menuju model operator perusahaan teknologi, dengan mengintegrasikan layanan komunikasi dan teknologi.

Karena tingginya biaya penggunaan jaringan 5G dan jaringan serat optik, ditambah rendahnya pertumbuhan pendapatan di bidang layanan komunikasi dan konektivitas, banyak perusahaan telekomunikasi beralih menjadi perusahaan teknologi yang menyediakan layanan teknologi, terutama untuk sektor perusahaan.

“Perusahaan telekomunikasi yang berhasil menggunakan model perusahaan teknologi adalah perusahaan perangkat lunak yang menawarkan berbagai bidang layanan seperti AI, big data, komputasi awan, IoT, dan dapat menerapkan transformasi digital untuk sektor vertikal tertentu,” kata Matthew Reed, Kepala Analis bidang Strategi Penyedia Layanan, di Omdia.

Baca Juga :   65 Persen Masyarakat Muslim Indonesia Dukung Boikot Produk yang Terafiliasi dengan Israel

China Mobile menempati peringkat pertama dalam standar telco-to-techco dengan skor 31 poin dari potensi maksimum 40, berdasarkan skala platform broadband berkecepatan tinggi, kemampuan AI, big data, keamanan, portofolio layanan digital perusahaan dan solusi pasar vertikal. Pendapatan dari transformasi digital, yaitu istilah China Mobile untuk pendapatan dari layanan digital baru, menyumbang 29,4% dari pendapatan layanan China Mobile di tahun 2023, meningkat 22,2% YoY, berdasarkan laporan perusahaan.

NTT menduduki peringkat kedua dalam standar ini, menunjukkan kekuatannya di bidang layanan perangkat lunak dan pasar perusahaan; sedangkan SK Telecom di peringkat ketiga dan belum lama ini meluncurkan strategi baru untuk menjadi perusahaan AI global. Layanan AI baru SK Telecom meliputi asisten digital berbasis AI, yaitu A., yang akan diluncurkan di seluruh dunia bersama perusahaan telekomunikasi lainnya.

Baca Juga :   Saham MKAP Resmi Melantai di Bursa Efek Indonesia

Telefónica menempati urutan keempat dalam standar tersebut, memperlihatkan kemajuannya sebagai penyedia keamanan siber dan layanan digital perusahaan lain melalui unit khusus, Telefónica Tech.

AT&T, e&, dan Vodafone menduduki peringkat kelima dalam standar ini. Menurut AT&T, menggunakan AI sejak awal telah membantunya menghemat biaya operasional sebesar $6 miliar. e& menggunakan strategi baru pada tahun 2022 untuk menjadi grup teknologi dan investasi terkemuka di dunia, dan telah mendapatkan atau mengembangkan aset maupun kemampuan di berbagai bidang layanan dan teknologi digital. Vodafone semakin berfokus pada pasar bisnis, termasuk layanan digital perusahaan, dan akan memperluas pengoperasian IoT-nya, yang terbesar di luar Tiongkok, sebagai unit terpisah dalam kemitraan dengan Microsoft.

Baca Juga :   1.855 Situs Perdagangan Berjangka Komoditi Ilegal Diblokir

“Secara keseluruhan, semua operator yang termasuk dalam standar ini berkembang pesat menuju model pengoperasian berbasis perangkat lunak dan pengembangan layanan digital perusahaan,” kata Reed. “Namun biasanya fokus pasar vertikal mereka kurang maju, jadi hal ini masih perlu ditingkatkan.”