BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA — PT Bank Central Asia Tbk (BCA) memperluas dukungan terhadap pengembangan ekonomi lokal dan pariwisata berkelanjutan melalui program Desa Bakti BCA. Kali ini, BCA memanfaatkan aplikasi myBCA sebagai kanal penjualan paket wisata desa sekaligus menghadirkan promo untuk mendorong peningkatan kunjungan.
Melalui fitur Lifestyle di aplikasi myBCA, nasabah dapat menemukan dan membeli berbagai paket wisata berbasis komunitas yang ditawarkan sejumlah desa binaan BCA. Strategi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses pasar bagi desa wisata sekaligus meningkatkan eksposur destinasi di luar periode liburan tertentu.
Berbeda dengan promo sebelumnya yang digelar pada momentum seperti Lebaran, libur sekolah, Natal, dan Tahun Baru, promo kali ini berlangsung lebih panjang, yakni akhir Juli hingga 30 November 2026.
BCA berharap periode promosi yang lebih panjang dapat menjaga visibilitas destinasi sekaligus mendorong pola kunjungan yang lebih berkelanjutan sepanjang tahun.
Sejumlah Desa Bakti BCA yang terlibat dalam program ini antara lain Wisata Wayang Dusun Pucung Wukirsari di Yogyakarta, Kampung Wisata Pecinan Glodok di Jakarta, Desa Wisata Pentingsari di Yogyakarta, Wirawisata Goa Pindul di Yogyakarta, Desa Wisata Taro di Bali, serta Desa Wisata Bilebante di Nusa Tenggara Barat.
Perluas Akses Pasar Desa Wisata
Program tersebut merupakan bagian dari strategi pengembangan Desa Bakti BCA, khususnya dalam memperluas akses pasar dan mendukung misi penjualan (sales mission) bagi desa-desa binaan.
EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan pengembangan desa wisata tidak cukup hanya dilakukan melalui peningkatan kapasitas masyarakat. Perluasan akses pasar juga menjadi faktor penting agar potensi ekonomi desa dapat berkembang secara berkelanjutan.
“BCA meyakini bahwa pemberdayaan desa wisata tidak hanya membutuhkan peningkatan kapasitas masyarakat, tetapi juga perlu didukung dengan perluasan akses pasar yang lebih luas dan berkelanjutan,” kata Hera.
Menurut dia, kehadiran paket wisata Desa Bakti BCA di kanal digital myBCA diharapkan dapat meningkatkan minat nasabah terhadap wisata edukasi maupun rekreasi di desa binaan.
Dengan pendekatan tersebut, BCA tidak hanya berperan sebagai pendukung program pemberdayaan, tetapi juga membuka kanal pemasaran tambahan bagi pelaku usaha dan pengelola destinasi wisata di desa.
Diskon 20% untuk Paket Wisata
Nasabah dapat mengakses paket wisata melalui menu MKP Tiket Wisata pada fitur Lifestyle di aplikasi myBCA. BCA menawarkan potongan harga 20% dengan minimum transaksi Rp50.000 dan kuota harian terbatas.
Program ini tidak hanya menyasar wisatawan umum, tetapi juga segmen wisata edukasi. BCA membuka peluang bagi sekolah yang memiliki program school trip atau kegiatan pembelajaran berbasis perjalanan untuk memanfaatkan paket wisata desa yang tersedia.
Perluasan kanal penjualan tersebut diharapkan membantu desa wisata binaan menjangkau konsumen yang lebih beragam, sekaligus mempertemukan potensi wisata berbasis komunitas dengan basis pengguna ekosistem digital BCA.
Informasi mengenai program wisata Desa Bakti BCA dapat diakses melalui bca.id/desawisata.
Dorong Pariwisata Berbasis Komunitas
Hera mengatakan BCA melihat pariwisata berbasis komunitas memiliki potensi untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif. Pengembangan destinasi tidak hanya memberikan manfaat kepada pengelola wisata, tetapi juga dapat menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar destinasi.
“BCA percaya bahwa pariwisata berbasis komunitas memiliki peran penting dalam menciptakan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.
BCA, lanjut Hera, akan terus berkolaborasi dengan masyarakat untuk mengembangkan potensi lokal, meningkatkan daya saing desa wisata, serta menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih bermakna bagi pengunjung.
Pemanfaatan kanal digital melalui myBCA menjadi salah satu pendekatan untuk mempertemukan kebutuhan wisatawan dengan produk wisata lokal. Dengan demikian, program pemberdayaan desa tidak hanya berorientasi pada pengembangan kapasitas, tetapi juga pada penciptaan akses pasar dan peningkatan aktivitas ekonomi di tingkat lokal.











