Scroll untuk baca artikel
Finansial

IFG Life Dinilai Bantu Pulihkan Kepercayaan ke Industri Asuransi

3
×

IFG Life Dinilai Bantu Pulihkan Kepercayaan ke Industri Asuransi

Sebarkan artikel ini
PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life), anggota IFG, BUMN holding asuransi, penjaminan, dan investasi, terus menjalankan penguatan bisnis secara bertahap melalui penerapan tata kelola yang prudent dan berkelanjutan. Perkembangan tersebut dinilai turut mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan, sekaligus menjadi bagian dari upaya pemulihan kepercayaan publik terhadap industri asuransi secara lebih luas. Kepala Departemen Pengawasan dan Jasa Asuransi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Soemarjono, menilai pencapaian IFG Life merupakan bagian dari keberhasilan dalam membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap industri asuransi. Menurutnya, kepercayaan merupakan fondasi utama dalam bisnis asuransi karena produk yang ditawarkan pada dasarnya adalah perlindungan atas risiko yang belum terjadi.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengapresiasi langkah PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life) dalam memperkuat tata kelola dan menjaga kepercayaan nasabah. Upaya tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam memulihkan kepercayaan publik terhadap industri asuransi nasional.

 

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai penguatan bisnis yang dilakukan PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life) turut berkontribusi dalam membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap industri asuransi.

Kepala Departemen Pengawasan dan Jasa Asuransi OJK, Soemarjono, mengatakan kepercayaan menjadi fondasi utama dalam industri asuransi karena produk yang ditawarkan berkaitan dengan perlindungan atas risiko di masa depan.

Baca Juga :   Zurich Indonesia Perkuat Inovasi Health untuk Dorong Industri Asuransi 2026

“Industri asuransi itu unik, yaitu menjual sesuatu yang tidak terlihat hari ini, untuk sesuatu yang belum terjadi, kepada orang yang tidak ingin itu terjadi,” ujar Soemarjono dalam acara Kompas.com Talks di Jakarta, Jumat (6/3/2026).

Menurut Soemarjono, perusahaan asuransi perlu menjaga tata kelola yang baik agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga. Pasalnya, gangguan kepercayaan terhadap satu perusahaan dapat berdampak terhadap persepsi publik kepada industri secara keseluruhan.

Ia menambahkan, meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap industri asuransi akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian nasional karena masyarakat memperoleh perlindungan yang optimal dari berbagai risiko kehidupan.

Baca Juga :   Affirmate Tuntaskan Investasi di Anak Usaha MUFG Finance & Leasing di Indonesia

“Jaga perusahaan agar tetap sehat dan kelola secara profesional, efektif, dan efisien,” katanya.

OJK, lanjut Soemarjono, juga akan terus mendorong inovasi produk dan penguatan tata kelola perusahaan di sektor asuransi guna memastikan industri tumbuh secara sehat dan berkelanjutan.

“Pengawasan yang kami lakukan bukan untuk memperlemah, tetapi untuk memperkuat demi pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Keuangan merangkap Pelaksana Tugas Direktur Utama IFG Life, Ryan Diastana Firman, mengatakan kepercayaan publik menjadi prioritas utama perusahaan dalam menjalankan bisnis.

Baca Juga :   IFG Life Tegaskan Pentingnya Proteksi di Setiap Tahap Kehidupan

Menurut Ryan, IFG Life terus memperkuat tata kelola perusahaan, pengelolaan risiko, serta memastikan layanan dan pembayaran klaim berjalan tepat waktu sebagai bentuk tanggung jawab kepada pemegang polis.

“Bagi kami, kepercayaan tidak dibangun melalui komunikasi semata, tetapi melalui konsistensi dalam memenuhi janji perlindungan kepada nasabah,” ujar Ryan.

Ia menambahkan, keberlanjutan bisnis asuransi bergantung pada kemampuan perusahaan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan usaha dan perlindungan nasabah.

“Kami percaya bahwa pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan hanya dapat dicapai ketika perusahaan mampu menjaga kepercayaan nasabah secara konsisten,” katanya.