BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) mencatatkan pertumbuhan kinerja pada kuartal I 2026, didorong oleh penguatan bisnis ritel mobil bekas melalui platform Caroline.id.
Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp283,6 miliar, meningkat 27% secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan Rp222,5 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Segmen ritel mobil bekas melalui Caroline.id menjadi kontributor utama dengan pendapatan Rp234,4 miliar, melonjak 51% YoY dari Rp154,8 miliar.
Yang menonjol, unit bisnis ini untuk pertama kalinya mencatatkan laba operasi sebesar Rp2,6 miliar—menjadi tonggak penting dalam perjalanan bisnis perseroan.
Presiden Direktur ASLC, Jany Candra, menilai capaian ini sebagai indikasi bahwa strategi omnichannel yang dijalankan mulai menunjukkan hasil.
“Ini menjadi petunjuk bahwa Perseroan berada di jalur yang tepat untuk menjadi marketplace otomotif omnichannel terpercaya di Indonesia,” ujarnya.
Tekanan di Bisnis Lelang
Di sisi lain, unit lelang melalui JBA mencatatkan penurunan pendapatan menjadi Rp50,1 miliar, dari Rp66,5 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Penurunan ini dipengaruhi terbatasnya pasokan kendaraan bekas, seiring melemahnya penjualan mobil baru pada 2025 serta meningkatnya kehati-hatian lembaga pembiayaan dalam penyaluran kredit.
Namun, manajemen memperkirakan tekanan ini bersifat sementara, dengan potensi pemulihan pasokan kendaraan, termasuk mobil bermesin konvensional (ICE) dan kendaraan listrik, pada paruh kedua 2026.
Diversifikasi dan Sumber Pertumbuhan Baru
Selain itu, lini bisnis pegadaian melalui MotoGadai mulai berkontribusi dengan pendapatan Rp527,6 juta pada kuartal pertama.
Perseroan juga memperluas cakupan bisnis lelang dengan mulai menangani barang non-otomotif seperti perangkat elektronik, guna membuka sumber pendapatan baru.
Fokus Perkuat Layanan dan Ekspansi
Ke depan, ASLC berfokus mengoptimalkan performa cabang Caroline.id di tengah kondisi ekonomi global yang masih bergejolak.
Manajemen menargetkan pertumbuhan pendapatan dua digit sepanjang 2026, dengan memperkuat kualitas layanan serta efisiensi operasional di seluruh lini bisnis.
“Sebagai model bisnis yang masih berkembang, kami akan terus meningkatkan kapabilitas dan layanan untuk menjaga momentum pertumbuhan,” tutup Jany.











