BISNISASIA.CO.ID, TANGERANG — Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menegaskan pentingnya tata kelola perusahaan yang sehat dan sumber daya manusia (SDM) kompeten dalam memperkuat daya saing badan usaha milik negara (BUMN).
Menurutnya, kedua aspek tersebut menjadi fondasi utama bagi BUMN untuk tumbuh berkelanjutan, bertransformasi, serta memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian nasional.
“BUMN harus dikelola secara profesional, efisien, dan adaptif terhadap perubahan,” ujarnya saat menghadiri penandatanganan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) antara PT Citilink Indonesia dan serikat pekerja di Tangerang, Banten.
Peran Strategis BUMN
Afriansyah menekankan bahwa BUMN memiliki peran penting sebagai motor penggerak ekonomi, mulai dari penciptaan lapangan kerja hingga penyediaan layanan publik.
Ia mencontohkan peran Citilink sebagai bagian dari Garuda Indonesia dalam mendukung konektivitas nasional sekaligus memperkuat sektor transportasi udara.
“Perusahaan seperti Citilink berkontribusi dalam membuka lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi,” katanya.
Dorong Transformasi dan Transparansi
Pemerintah mendorong transformasi BUMN agar lebih efisien, transparan, dan berorientasi pada manfaat bagi masyarakat.
Dalam konteks ini, tata kelola perusahaan yang baik dinilai menjadi prasyarat utama untuk menjaga keberlanjutan usaha di tengah dinamika bisnis.
Pentingnya Hubungan Industrial
Selain aspek manajerial, Afriansyah juga menyoroti pentingnya hubungan industrial yang harmonis antara manajemen dan pekerja.
Stabilitas hubungan kerja dinilai berperan besar dalam menjaga produktivitas perusahaan, terutama di tengah isu ketenagakerjaan yang sensitif.
Ia mengimbau pekerja agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, khususnya terkait isu pemutusan hubungan kerja.
Perkuat Kolaborasi Internal
Direktur Utama Citilink, Darsito Hendroseputro, menyatakan bahwa penandatanganan PKB menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara manajemen dan karyawan.
“Kesepahaman ini diharapkan mampu menyelaraskan arah perusahaan dan mendorong kinerja yang optimal,” ujarnya.
Langkah ini mencerminkan upaya BUMN dalam membangun fondasi organisasi yang solid melalui penguatan tata kelola, SDM, dan hubungan industrial yang konstruktif.











