BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA — TransTRACK mempercepat ekspansi global ke kawasan Asia Tenggara dan Timur Tengah seiring momentum tujuh tahun pertumbuhan perusahaan sejak berdiri pada 2019.
Ekspansi ini menambah jejak internasional perusahaan setelah sebelumnya masuk ke sejumlah pasar seperti Malaysia, Singapura, Australia, serta kawasan Timur Tengah termasuk Arab Saudi dan Qatar. Ke depan, perusahaan menargetkan penetrasi lanjutan ke Vietnam dan Thailand, serta negara Timur Tengah lainnya seperti Oman, Bahrain, dan Kuwait.
Langkah ekspansi tersebut mempertegas ambisi TransTRACK untuk memperkuat posisi sebagai pemain utama dalam industri fleet intelligence dan integrasi rantai pasok global, di tengah meningkatnya kebutuhan efisiensi operasional, kepatuhan regulasi, serta tuntutan environmental, social, and governance (ESG).
Secara industri, pasar fleet management global diproyeksikan melampaui US$30 miliar pada 2026 dan berpotensi tumbuh hingga lebih dari US$120 miliar pada 2035, menurut laporan Global Market Insights. Sementara itu, kawasan Asia Tenggara dinilai masih berada pada fase awal pertumbuhan dengan potensi ekspansi tinggi, sebagaimana disoroti oleh Berg Insight.
Saat ini, TransTRACK telah melayani lebih dari 1.500 klien di berbagai negara dan tercatat sebagai salah satu dari tiga penyedia solusi fleet management terbesar di Asia Tenggara selama dua tahun berturut-turut versi Berg Insight.
Co-Founder & CEO TransTRACK, Anggia Meisesari, mengatakan momentum pertumbuhan ini membuka peluang bagi perusahaan untuk melakukan scale-up secara global.
“Memasuki tahun ketujuh, kami melihat momentum kuat untuk memperluas ekspansi, khususnya di Asia Tenggara dan Timur Tengah yang memiliki kompleksitas operasional tinggi serta kebutuhan fleet intelligence yang terus meningkat,” ujarnya.
Menurut dia, strategi utama perusahaan adalah menghadirkan solusi yang tidak hanya scalable secara global, tetapi juga relevan dengan kebutuhan lokal di masing-masing pasar.
Di tengah tantangan industri seperti inefisiensi operasional, konsumsi bahan bakar, hingga tuntutan regulasi dan ESG, adopsi teknologi menjadi faktor kunci. Studi industri menunjukkan optimalisasi berbasis telematics mampu menekan emisi hingga 28% sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.
Menjawab kebutuhan tersebut, TransTRACK menghadirkan platform berbasis Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan (AI), robotics, serta analitik data untuk memberikan visibilitas dan kontrol operasional secara real-time.
Co-Founder & CTO, Aris Pujud Kurniawan, menyebut platform yang dikembangkan bersifat hardware-agnostic dan mudah terintegrasi dengan sistem yang sudah ada.
“Dengan dukungan AI-powered analytics seperti safety scoring, predictive maintenance, hingga carbon intelligence, kami membantu klien meningkatkan efisiensi sekaligus memenuhi standar keberlanjutan,” katanya.
Dari sisi kinerja, perusahaan mencatat pertumbuhan yang solid. Pada 2025, pendapatan mencapai sekitar US$45 juta dengan model bisnis berbasis recurring revenue, gross margin sekitar 73%, net margin sekitar 20%, serta tingkat churn rendah di kisaran 0,6%.
Group CFO, Lim Boon Wei, menilai fundamental bisnis yang kuat menjadi modal utama untuk ekspansi berkelanjutan.
“Model recurring revenue memberikan visibilitas pendapatan jangka panjang dan memungkinkan ekspansi tetap terukur dengan menjaga profitabilitas,” ujarnya.
Ke depan, perusahaan menargetkan ekspansi ke lebih dari 10 negara dan penetrasi ke 10 sektor industri utama hingga 2028, termasuk sektor maritim, pertambangan, dan perkebunan yang memiliki potensi pasar besar.
Selain itu, strategi locally adaptive technology deployment diterapkan untuk memastikan solusi yang ditawarkan sesuai dengan karakteristik operasional dan regulasi di masing-masing negara.
Penguatan kapabilitas operasional juga dilakukan melalui sistem monitoring proaktif, jaminan service level agreement (SLA), serta pengembangan customer success framework guna meningkatkan retensi klien.
Di sisi sumber daya manusia, perusahaan mengembangkan talenta melalui program TransTRACK Academy, dengan Singapura sebagai pusat regional untuk mengorkestrasi ekspansi di Asia Tenggara dan Timur Tengah.
Dengan kombinasi inovasi teknologi, disiplin finansial, dan strategi ekspansi terukur, TransTRACK optimistis dapat memperkuat posisinya sebagai mitra strategis dalam transformasi digital industri fleet intelligence global.











