BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA — Aktivitas konsumsi masyarakat selama Ramadan dan Lebaran 2026 mendorong kinerja layanan PayLater PT Kredivo Finance Indonesia (Kredivo). Perusahaan mencatat volume transaksi tumbuh 27% secara tahunan (year-on-year/yoy), sementara nilai transaksi meningkat 26% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kenaikan tersebut turut ditopang pertumbuhan pengguna baru sebesar 31% (yoy), mencerminkan semakin luasnya adopsi PayLater sebagai solusi pembiayaan jangka pendek, terutama untuk mengelola kebutuhan musiman.
Di tengah peningkatan tersebut, pola penggunaan layanan juga menunjukkan perubahan. Tenor satu bulan menjadi pilihan dominan, menandakan penggunaan PayLater yang semakin terencana sebagai alat bantu pengelolaan arus kas, khususnya menjelang pencairan gaji dan tunjangan hari raya (THR).
SVP Marketing & Communications Kredivo, Indina Andamari, mengatakan tren Ramadan tahun ini tidak hanya ditandai oleh lonjakan transaksi, tetapi juga perubahan perilaku konsumen dalam mengatur pengeluaran.
“PayLater banyak dimanfaatkan sebelum gajian dan THR, dengan tenor satu bulan sebagai pilihan utama agar pengeluaran tetap terjaga, apalagi Kredivo menawarkan bunga 0% dan biaya admin untuk tenor ini,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (7/4/2026).
Ia menambahkan, kondisi tersebut menunjukkan PayLater semakin berperan sebagai instrumen perencanaan keuangan jangka pendek dan telah menjadi preferensi metode pembayaran harian masyarakat.
Transaksi Kebutuhan Harian Meningkat
Secara rata-rata, nilai transaksi per pengguna berada di kisaran Rp800 ribu hingga Rp1,5 juta, dengan frekuensi transaksi mencapai 4–5 kali per pengguna selama periode Ramadan.
Hal ini mengindikasikan bahwa PayLater tidak hanya digunakan untuk transaksi bernilai besar, tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan rutin secara bertahap. Tren tersebut tercermin dari lonjakan transaksi pada kategori groceries yang tumbuh hingga 160% dibandingkan Ramadan tahun sebelumnya.
Transaksi Offline di Daerah Tumbuh
Selain kanal online, pertumbuhan juga terlihat signifikan pada transaksi offline, khususnya di wilayah luar Jabodetabek. Selama Ramadan 2026, volume transaksi di kota tier 2 dan 3 meningkat 31%, sedangkan nilai transaksi melonjak hingga 67%.
Kinerja ini mencerminkan semakin luasnya integrasi PayLater dalam aktivitas belanja masyarakat di daerah, sekaligus memperkuat perputaran ekonomi lokal melalui merchant offline.
Perusahaan menilai peningkatan tersebut sejalan dengan strategi ekspansi layanan dan perluasan kemitraan merchant di luar kota besar, yang turut mendukung inklusi keuangan yang lebih merata.
“Ke depan, kami akan terus mendorong pertumbuhan yang sehat melalui ekspansi terukur, penguatan manajemen risiko, serta penerapan prinsip responsible lending dan edukasi keuangan,” kata Indina.











