Scroll untuk baca artikel
Industri

Tumbuh dalam Kepercayaan Diri, Dari Rumah Menuju Sertifikasi

1
×

Tumbuh dalam Kepercayaan Diri, Dari Rumah Menuju Sertifikasi

Sebarkan artikel ini
Risniati saat pelatihan Sawit Terampil

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – Dari keseharian yang sederhana di Desa Gunung Bakti, kisah Risniati Tarigan mencerminkan perjalanan seorang perempuan yang tumbuh menjadi penggerak perubahan di sektor kelapa sawit.

Sebagai pedagang tandan buah segar (TBS), Risniati membagi waktunya antara keluarga, kebun, dan usaha. Peran ganda ini membentuk ketangguhan sekaligus kepercayaan diri untuk terlibat lebih jauh dalam industri yang selama ini didominasi laki-laki.

Selama dua tahun terakhir, melalui CV Perangin-Angin Group (PAG), ia bekerja sama dengan dua pedagang lain serta hampir 300 pekebun swadaya yang mengelola sekitar 680 hektare kebun sawit. Dalam praktik sebelumnya, banyak petani masih mengandalkan cara tradisional, seperti pemupukan tanpa takaran dan panen tanpa standar kematangan yang jelas.

Baca Juga :   Selebgram asal Aceh CB Jadi Tersangka Kasus Pencemaran Nama Baik

Melihat potensi peningkatan produktivitas, Risniati mulai mendorong perubahan. Ia mengajak para petani untuk memahami praktik budidaya yang lebih baik melalui pelatihan Good Agricultural Practices (GAP) dalam program Sawit Terampil.

Dari proses tersebut, terbuka peluang untuk meraih sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO). Bersama kelompoknya, Risniati memanfaatkan kesempatan ini. Pada November 2025, CV PAG resmi memperoleh sertifikasi sebagai kelompok pekebun swadaya bersertifikat RSPO.

Pencapaian ini merupakan hasil kolaborasi IDH, Mondelēz International, dan Sinar Mas melalui program Sustainable Palm Oil Landscape Initiative di Aceh dan Sumatera Utara. Program ini didukung pemerintah Belanda dan Inggris melalui inisiatif NISCOPS.

Baca Juga :   Pendapatan ESSA Turun Tipis di Kuartal I 2025, Tetap Fokus pada Proyek Keberlanjutan

Bagi Risniati, keberlanjutan bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga masa depan industri. Ia melihat langsung dampaknya: kualitas buah meningkat, panen lebih konsisten, dan produk lebih mudah diterima pasar.

Para petani juga mulai menerapkan praktik yang lebih baik, mulai dari pemupukan tepat hingga penggunaan alat pelindung diri (APD). Perubahan ini memperkuat rantai pasok sekaligus meningkatkan daya saing hasil panen.

Keberanian yang Menggerakkan Perubahan

Perjalanan Risniati tidak selalu mudah. Dalam berbagai forum, ia kerap menjadi satu-satunya perempuan. Rasa canggung dan keraguan sempat muncul, namun tidak menghentikannya untuk terus belajar.

Baca Juga :   Priyanto Utomo Ciptakan Kacamata Demodas dari Kamar Sederhana ke Panggung Nasional Bersama Shopee

Ia meyakini perempuan memiliki peluang yang sama untuk berkembang di sektor ini. Sertifikasi yang diraih bukan sekadar pengakuan, tetapi juga simbol keberanian untuk berubah.

Risniati kini aktif mendorong perempuan lain untuk ikut terlibat, belajar, dan meningkatkan produktivitas lahan mereka. Baginya, keberhasilan bukan hanya tentang capaian pribadi, tetapi juga membuka jalan bagi orang lain.

Kisahnya menunjukkan bahwa perubahan besar dapat berawal dari langkah kecil. Dari desa, dari rumah, hingga ke tingkat sertifikasi, Risniati membuktikan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam mendorong keberlanjutan industri kelapa sawit.