Scroll untuk baca artikel
Industri

Produksi dan Laba PGE Melesat di Awal 2026, Ditopang Efisiensi Operasi

3
×

Produksi dan Laba PGE Melesat di Awal 2026, Ditopang Efisiensi Operasi

Sebarkan artikel ini
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) mencatatkan kinerja positif pada kuartal I/2026 seiring pertumbuhan produksi listrik dan peningkatan efisiensi operasional. Sepanjang tiga bulan pertama tahun ini, PGE membukukan produksi listrik sebesar 1.370 gigawatt hour (GWh), meningkat 15,22% secara tahunan (year-on-year/YoY).

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA — PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) mencatatkan kinerja positif pada kuartal I/2026 seiring pertumbuhan produksi listrik dan peningkatan efisiensi operasional.

Sepanjang tiga bulan pertama tahun ini, PGE membukukan produksi listrik sebesar 1.370 gigawatt hour (GWh), meningkat 15,22% secara tahunan (year-on-year/YoY).

Sejalan dengan itu, pendapatan Perseroan tumbuh 14,82% menjadi US$116,56 juta, sementara laba bersih melonjak 40% YoY menjadi US$43,9 juta.

Direktur Operasi PGE Andi Joko Nugroho mengatakan peningkatan produksi mencerminkan optimalisasi aset dan efisiensi operasional di berbagai wilayah kerja.

Kontribusi produksi terbesar berasal dari Kamojang, Ulubelu, Lahendong, dan Lumut Balai, termasuk tambahan dari beroperasinya PLTP Lumut Balai Unit 2 berkapasitas 55 MW sejak pertengahan 2025.

Baca Juga :   ZTE Masuk dalam "A List" CDP sebagai Pemimpin Aksi Iklim

Selain itu, indikator kinerja operasional turut membaik. Capacity factor meningkat menjadi 90,77%, sementara availability factor mencapai 99,63%, menegaskan keandalan energi panas bumi sebagai sumber energi baseload.

Direktur Utama PGE Ahmad Yani menyebut capaian ini menunjukkan optimalisasi pemanfaatan aset di seluruh Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP).

“Tahun ini kami menargetkan produksi listrik dan uap terkonsolidasi mencapai 5.255 GWh,” ujarnya.

Ekspansi Kapasitas

Untuk menjaga pertumbuhan berkelanjutan, PGE mengakselerasi sejumlah proyek strategis, termasuk pengembangan PLTP Hululais Unit 1 dan 2 dengan kapasitas masing-masing 55 MW.

Baca Juga :   Dallah Hospital Al Nakheel Raih Global Healthcare Accreditation

Selain itu, Perseroan juga mengembangkan proyek co-generation dengan total kapasitas hingga 230 MW.

Ke depan, PGE menargetkan kapasitas terpasang mencapai 1 gigawatt (GW) pada 2028 dan meningkat menjadi 1,8 GW pada 2034.

Sejumlah proyek tambahan yang tengah disiapkan antara lain Ulubelu Binary Unit (30 MW) yang ditargetkan beroperasi pada 2027, serta proyek di Kamojang, Lahendong, Lumut Balai, dan Sibayak yang direncanakan beroperasi pada 2028.

PGE juga merencanakan pengembangan Lumut Balai Unit 3 berkapasitas 55 MW dengan target operasi pada 2030.

Baca Juga :   DBS Hong Kong dan edge Gelar Forum “Gateway to Indonesia”, Dorong Pertumbuhan Bisnis Lintas Batas di Asia

Dukung Target Net Zero

Dari sisi keberlanjutan, hingga Maret 2026, PGE mencatat penghindaran emisi sebesar 1,16 juta ton CO2e dibandingkan pembangkit berbasis batu bara.

Dengan pengalaman lebih dari 40 tahun, PGE saat ini mengelola 15 wilayah kerja panas bumi dengan total kapasitas terpasang 1.932 MW, baik yang dioperasikan langsung maupun melalui skema kerja sama.

Perseroan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran energi panas bumi dalam mendukung ketahanan energi nasional dan target net zero emission 2060.