BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – Universitas Pertahanan Republik Indonesia (UNHAN RI) dan Thales menandatangani Implementing Arrangement untuk memulai kolaborasi pengembangan keahlian keamanan siber nasional.
Dokumen kerja sama tersebut ditandatangani oleh Rektor UNHAN RI, Letjen TNI (Purn.) Dr. Anton Nugroho, dan Vice-President Thales untuk Asia, Nicolas Bouverot, di Jakarta.
Melalui kemitraan ini, Thales akan menjalankan program pelatihan keamanan siber eksklusif bagi mahasiswa UNHAN RI. Program difokuskan pada intelijen ancaman siber, deteksi, serta investigasi insiden guna meningkatkan kompetensi mahasiswa sesuai standar internasional.
Pada fase awal, hingga 25 mahasiswa akan mendapatkan pelatihan langsung dari pakar keamanan siber global Thales. Program perdana dijadwalkan dimulai pada kuartal II 2026, dengan peserta yang dipilih bersama oleh UNHAN RI dan Thales.
Respons atas Lonjakan Ancaman Siber
Data Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat 3,64 miliar serangan siber atau anomali lalu lintas di Indonesia sepanjang Januari–Juli 2025. Jika menyasar infrastruktur kritis, sistem pemerintahan, atau militer, serangan tersebut berpotensi mengganggu stabilitas nasional dan ekonomi.
UNHAN RI, yang berada di bawah naungan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, selama ini mendidik pejabat militer dan sipil di bidang pertahanan dan keamanan. Tingginya ancaman siber mendorong kampus tersebut membuka program sarjana dan pascasarjana khusus pertahanan siber.
Di sisi lain, Thales memiliki lebih dari 6.000 pakar dan pengembang keamanan siber global, termasuk tim di Indonesia. Perusahaan ini telah hadir di Tanah Air selama lebih dari 45 tahun dan berkontribusi dalam penyediaan sistem pertahanan kritis.
Rektor UNHAN RI menyatakan kolaborasi ini sejalan dengan komitmen kampus dalam menyiapkan pemimpin pertahanan masa depan yang adaptif dan cakap teknologi.
Sementara itu, pihak Thales menegaskan bahwa penguatan pertahanan siber merupakan pilar penting kedaulatan Indonesia. Kerja sama ini menjadi kemitraan perdana Thales dengan universitas di Indonesia dan diharapkan menjadi model kolaborasi akademik di bidang strategis lainnya.











