BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – Appdome resmi meluncurkan Agentic AI Support Agent terbaru dalam ajang Black Hat Europe, sebuah peningkatan signifikan dari agen AI sebelumnya yang dirancang untuk membantu pengguna akhir menghadapi ancaman, malware, dan penipuan seluler secara real time.
Support Agent dikembangkan untuk merek aplikasi mobile, tim dukungan pelanggan, serta integrasi langsung ke dalam aplikasi seluler. Solusi ini memungkinkan pengguna berinteraksi secara percakapan dengan agen AI untuk memahami, menemukan, dan menghilangkan ancaman di perangkat Android maupun iOS dengan cepat dan presisi.
Menurut Appdome, Support Agent memanfaatkan penuh kemampuan Agentic AI untuk menangani kasus malware, trojan, risiko perangkat, hingga penipuan berbasis rekayasa sosial yang semakin kompleks.
“Keamanan tidak berhenti pada deteksi dan pencegahan. Tim juga harus membantu pengguna memulihkan ancaman yang berdampak langsung pada pengalaman mereka,” ujar Tom Tovar, CEO dan Co-Creator Appdome. “Support Agent menjembatani AI yang sepenuhnya sadar konteks ancaman dengan pengguna nyata di perangkat mereka.”
Ancaman Seluler Semakin Kompleks dan Sulit Terdeteksi
Dalam ekosistem mobile saat ini, ancaman kian tersamarkan sebagai aplikasi sah, utilitas, aplikasi keuangan, hingga asisten AI. Bahkan, sebagian malware kini beredar melalui toko aplikasi resmi. Di sisi lain, penipuan berbasis rekayasa sosial, deepfake, dan identitas sintetis berbasis AI juga semakin marak, menyebabkan pengambilalihan akun dan pencurian identitas tanpa disadari pengguna.
“Support Agent menggabungkan intelijen ancaman Appdome dengan penalaran Agentic AI untuk memberikan instruksi yang spesifik sesuai kondisi perangkat, sistem operasi, dan jenis serangan,” kata Chris Roeckl, Chief Product Officer Appdome.
Otomatisasi Remediasi Berbasis ThreatCode™
Support Agent menghadirkan alur kerja digital terotomatisasi yang menggantikan proses investigasi manual. Setiap ancaman yang terdeteksi akan menghasilkan ThreatCode™ unik yang memuat sidik jari aplikasi, sistem operasi, perangkat, serta jenis ancaman yang dihadapi pengguna.
ThreatCode tersebut diterjemahkan oleh Support Agent menjadi panduan langkah demi langkah untuk:
- Mengidentifikasi ancaman secara jelas,
- Menemukan sumber ancaman di perangkat,
- Menghapus atau menonaktifkan ancaman secara presisi.
Pendekatan ini mempercepat penyelesaian insiden, menurunkan biaya dukungan, mengurangi penipuan, serta meningkatkan kepercayaan dan kepuasan pengguna.
Kolaborasi Lintas Tim dalam Satu Platform AI
Berbeda dari Threat Remediation Center sebelumnya, Support Agent mengusung kerangka kerja kolaboratif. Pengguna, tim support, tim keamanan siber, hingga tim engineering dapat:
- Mengajukan pertanyaan langsung ke AI,
- Menantang atau memverifikasi instruksi,
- Mendapatkan panduan alternatif jika langkah awal gagal,
- Menyimpan preferensi remediasi untuk kasus mendatang.
“Pendekatan terpandu dan kontekstual seperti ini belum pernah ada di keamanan seluler sebelumnya,” ujar Richard Stiennon, Chief Research Analyst IT-Harvest.
Keamanan Tingkat Perusahaan dengan Tata Kelola Ketat
Support Agent beroperasi sepenuhnya di dalam platform Appdome tingkat perusahaan dengan kontrol keamanan, privasi, dan tata kelola yang ketat. Tidak ada data PII yang digunakan atau dikirim ke model AI publik. Seluruh data tetap terisolasi per tenant dan dilindungi kebijakan No-Learning serta No-Retention.
“Dengan Agentic AI, tidak ada lagi alasan melakukan investigasi ancaman secara manual,” kata Diego Gonzalez, Lead Engineer Support Agent Appdome. “AI kini mampu menghasilkan instruksi remediasi yang presisi sesuai konteks serangan di perangkat pengguna,” katanya.











