Scroll untuk baca artikel
Headline

Starlink akan Lakukan Uji Coba Layanan Internet Satelit di IKN pada 2024

66
×

Starlink akan Lakukan Uji Coba Layanan Internet Satelit di IKN pada 2024

Sebarkan artikel ini
Kiri-Kanan, Dirjen PPI Kominfo Wayan Toni Supriyanto, Menkominfi Budi Arie Setiadi, dan Wamenkominfo Nezar Patria. (Foto: Humas Kominfo)

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – Layanan internet satelit Starlink akan segera menjalani uji coba di Ibu Kota Negara Nusantara (IKN), Provinsi Kalimantan Timur, pada tahun 2024 setelah Space X mengajukan perizinan sebagai penyelenggara layanan Very Small Aperture Terminal (VSAT) dan Internet Service Provider (ISP) kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

“Starlink akan melakukan uji coba di IKN, dan kita sedang mengatur jadwalnya untuk tahun 2024,” ujar Menteri Kominfo (Menkominfo), Budi Arie Setiadi saat acara Buka Puasa bersama Wartawan Kominfo di Press Room Kementerian Kominfo, Jakarta, seperti dilansir pada Kamis (4/4/2024).

Starlink merupakan Proyek Pengembangan Konstelasi Satelit yang dikelola oleh perusahaan asal Amerika Serikat, Space X. Proyek ini bertujuan untuk menyediakan layanan komunikasi internet berbasis satelit berkualitas tinggi dengan harga yang terjangkau.

Baca Juga :   Tahap Kelima Dimulai: Pembangunan Fasilitas Perbankan dan Pendidikan Segera Dibangun di IKN

Budi Arie menjelaskan bahwa kehadiran Starlink didukung oleh pemerintah yang membuka peluang bagi perusahaan telekomunikasi, baik skala nasional maupun global, untuk berinvestasi dan mengembangkan ekosistem digital di Indonesia.

“Kita akan mengamati perkembangannya, yang terpenting adalah menciptakan lingkungan bisnis yang adil, serta memastikan bahwa semua pihak mengikuti regulasi yang ada,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Kominfo (Dirjen PPI Kominfo), Wayan Toni Supriyanto, menjelaskan bahwa dalam proses perizinan operasional, Starlink telah membangun hub dan memenuhi standar perangkat dari Direktorat Jenderal Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika.

Baca Juga :   Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita: Sinyal Positif Manufaktur Indonesia di Tengah Suasana Pemilu dan Pilpres 2024

“Mereka telah memenuhi persyaratan untuk VSAT. Namun, untuk layanan internet (ISP), mereka perlu berkolaborasi dengan NAP (Network Access Provider), dan mungkin masih dalam proses perjanjian kerjasama,” ungkapnya.

Menurut Wayan Toni, jadwal uji coba layanan internet satelit di IKN merupakan keputusan dari pihak Starlink sendiri.

Diperkirakan, uji coba layanan internet Starlink akan dilakukan sebelum atau setelah Hari Raya Idulfitri 1445 hijriah.

“Kami menargetkan uji coba ini akan dilaksanakan sebelum atau sesudah Hari Raya Idulfitri. Pada saat itu, diharapkan layanan satu ground segment dapat diuji dengan menggunakan layanan Starlink,” jelas Dirjen PPI Kominfo.

Baca Juga :   OIKN dan BRI Kuatkan Kerja Sama Digitalisasi Layanan Perbankan di IKN

Wayan Toni juga menegaskan bahwa terdapat perbedaan posisi antara Starlink Global dan Starlink Indonesia.

Starlink Indonesia akan menjadi bagian dari penyelenggara telekomunikasi di Indonesia, dengan memiliki izin VSAT dan ISP.

“Starlink merupakan perusahaan global, sedangkan Starlink Indonesia akan menjadi penyelenggara di Indonesia dengan izin VSAT dan ISP. Mereka akan membeli perangkat dan layanan internet dari Starlink global, jadi kita harus membangun infrastruktur di Indonesia,” tegas Wayan Toni. (saf/infopublik.id)