Scroll untuk baca artikel
Headline

Presiden Jokowi Apresiasi Langkah Mentan Amran dalam Percepatan Tanam Padi

20
×

Presiden Jokowi Apresiasi Langkah Mentan Amran dalam Percepatan Tanam Padi

Sebarkan artikel ini
Presiden Jokowi, didampingi Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, melakukan kunjungan ke lahan panen padi dan kegiatan percepatan tanam di Kabupaten Sigi. (Foto: pertanian.go.id)

BISNISASIA.CO.ID, SIGI – Presiden Jokowi, didampingi Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, melakukan kunjungan ke lahan panen padi dan kegiatan percepatan tanam di hamparan sawah yang dialiri air oleh Bendung Daerah Irigasi Gumbasa, Kabupaten Sigi. Kegiatan ini dilakukan dengan menggunakan mekanisasi penuh dalam pertanian untuk meningkatkan produksi padi atau beras dalam negeri serta kesejahteraan petani.

“Saya menyaksikan panen padi di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, hasilnya luar biasa, mencapai 6 hingga 6,2 ton per hektar,” ujar Presiden Jokowi dalam kunjungannya di lahan pertanian Desa Pandere, Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, pada Rabu (27/3/2024).

Presiden Jokowi memberikan apresiasi terhadap upaya Mentan Amran Sulaiman dalam meningkatkan produksi beras nasional dan menghadapi dampak El Nino melalui gerakan percepatan tanam. Percepatan tanam ini dilakukan dengan menggunakan alat mesin pertanian modern.

Baca Juga :   Jokowi Minta Ketersediaan dan Stabilitas Harga Pangan Terjaga hingga Idul Fitri

“Pak Mentan mendorong percepatan penanaman kembali. Setelah panen, langsung dilakukan olah tanah dengan traktor, menggunakan mekanisasi pertanian modern untuk mempercepat penanaman kembali,” katanya.

Berdasarkan data dari Kerangka Sampel Area (KSA) Badan Pusat Statistik, potensi produksi beras nasional dari hasil panen raya selama dua bulan, Maret-April, diperkirakan mencapai 8,46 juta ton. Produksi pada bulan Maret diperkirakan mencapai 3,54 juta ton, sementara bulan April sebesar 4,92 juta ton.

Sementara itu, Mentan Amran mengungkapkan bahwa kunjungan Presiden Jokowi ke Kabupaten Sigi salah satunya untuk melihat secara langsung percepatan tanam atau tanam culik, di mana setelah panen dilakukan olah tanah dan penanaman langsung. Percepatan tanam ini merupakan langkah konkret untuk mencapai target tanam guna mengatasi dampak El Nino dan meningkatkan produksi beras nasional.

Baca Juga :   Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Bersinar di Tengah Kelesuan Perekonomian Global

“Kita sekarang melakukan tanam, biasanya di sini tanam padi hanya 1 kali dalam setahun, namun sekarang menjadi 2 dan bahkan 3 kali hingga 4 kali. Caranya adalah dengan panen secara manual, kita bisa menanam maksimal 2 kali dalam setahun,” ungkapnya.

“Namun dengan menggunakan mekanisasi pertanian seperti combine harvester, traktor roda 4, dan rice transplanter, kita bisa menanam 3 kali dalam setahun, sehingga produktivitas dan produksi meningkat. Biaya produksi bisa ditekan sekitar 40 hingga 50 persen per hektar,” tambah Amran.

Baca Juga :   Sah, Huawei MatePad Pro 13.2" Dibanderol Rp14,9 Juta

Luas sawah baku di Kabupaten Sigi mencapai 13.823 hektar, dan Bendung Daerah Irigasi Gumbasa mampu mengairi sawah seluas 8.000 hektar.

Rencana panen padi di Kabupaten Sigi untuk bulan Maret mencapai 1.349 hektar, sementara bulan April sebesar 1.375 hektar. Sedangkan rencana panen di Kecamatan Gumbasa untuk Maret-April sekitar 854 hektar. Saat ini, harga gabah di petani berkisar Rp 7.000 per kg dengan biaya produksi antara Rp 6 hingga Rp 7 juta per hektar.

Di Desa Pandere, Kecamatan Gumbasa, terdapat lahan panen seluas 266 hektar dengan varietas padi Mekongga yang mampu menghasilkan 6,2 ton per hektar. (saf)