Scroll untuk baca artikel
Nasional

H-4 Diproyeksikan Jadi Puncak Arus Mudik 2024

59
×

H-4 Diproyeksikan Jadi Puncak Arus Mudik 2024

Sebarkan artikel ini
Moda angkutan udara dan penyeberangan. (Foto: Istimewa)

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI melaksanakan Kunjungan Kerja lapangan ke Bandara Soekarno-Hatta dan Pelabuhan Penyeberangan Merak untuk memastikan kesiapan layanan, infrastruktur, dan transportasi dalam rangka pelaksanaan mudik Lebaran di Provinsi Banten. Fokus kunjungan ini terutama pada periode puncak pada Sabtu (6/4) atau H-4 dan Minggu (7/4) atau H-3.

Dalam rapat selama kunjungan kerja tersebut, Direktur Teknik PT Angkasa Pura Indonesia, M. Suriawan Wakan, menyatakan bahwa semua fasilitas operasional dan pelayanan telah dipastikan berada dalam kondisi optimal selama periode Angkutan Lebaran 2024.

“Kami memastikan bahwa semua fasilitas, termasuk yang terkait dengan penerbangan, berfungsi dengan baik dan tetap bersih. Kami juga telah menyiapkan langkah antisipasi untuk menghadapi segala kemungkinan yang tidak diinginkan,” ujar Suriawan Wakan pada Sabtu (6/4/2024).

Baca Juga :   Tips Mudik Aman dan Nyaman dengan Kendaraan Pribadi, Siapkan Fisik dan Mental

Sementara itu, Direktur Utama Angkasa Pura/AP II, Agus Wialdi, menyampaikan bahwa arus mudik telah dimulai sejak 3 April, dan diprediksi mencapai puncaknya pada Sabtu, 6 April 2024 (H-4), di mana jumlah penumpang di 20 bandara diperkirakan mencapai 317.835 penumpang.

Khusus untuk Bandara Soekarno-Hatta, yang merupakan bandara terbesar di Indonesia, diproyeksikan akan melayani sekitar 188.795 penumpang pada puncak arus mudik.

“AP II telah merencanakan operasional untuk memastikan kelancaran layanan dan operasi bandara dalam menghadapi lonjakan lalu lintas penerbangan, terutama pada saat puncak arus mudik,” tambah Agus Wialdi.

Beberapa titik penting yang menjadi fokus dalam menghadapi lonjakan arus mudik, antara lain adalah area check-in counter, ruang tunggu keberangkatan (boarding lounge), serta pengaturan alur penumpang pesawat dan penjadwalan slot waktu penerbangan saat jam sibuk.

Baca Juga :   Menparekraf Resmikan Wisata Religi "Wisata Qur'an" di Bandung

Sementara itu, pada saat kedatangan penumpang, fokus utama termasuk layanan pengambilan bagasi di area bagasi serta ketersediaan moda transportasi darat. AP II terus berkoordinasi dengan pihak ground handling untuk memastikan penanganan bagasi penumpang pesawat.

Selain itu, kerja sama dengan maskapai juga terus ditingkatkan untuk mengatur alokasi parkir pesawat guna mempermudah layanan bagi para penumpang.

Terpisah dari situasi di udara, kesiapan Pelabuhan Merak dalam menghadapi arus mudik Lebaran juga ditekankan oleh Direktur Komersial dan Pelayanan ASDP, M. Yusuf Hadi.

“Pelabuhan Merak saat ini dapat menampung hingga 6.026 kendaraan kecil, meningkat dari 5.526 unit kendaraan pada Angkutan Lebaran tahun sebelumnya. Dermaga 2 Pelabuhan Merak juga telah ditingkatkan kapasitasnya dari 3.000 GRT menjadi 10.000 GRT, memungkinkan kapal besar untuk bersandar,” ujar Yusuf Hadi.

Baca Juga :   Mudik Bersama BUMN, PT Pegadaian Berangkatkan Tiga Ribu Pemudik

Efek dari peningkatan ini adalah meningkatnya kapasitas angkut kapal menjadi 31.299 kendaraan kecil dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai 30.463 unit kendaraan.

“Tahun ini ASDP dapat memanfaatkan lahan pelabuhan Indah Kiat yang berdekatan dengan dermaga 7 Pelabuhan Merak sebagai tambahan kantong parkir. Dengan izin dari Pelindo, kita dapat mengalihkan arus kendaraan menuju kantong parkir Indah Kiat saat Pelabuhan Merak diprediksi ramai. Kantong parkir ini dapat menampung hingga 300 unit kendaraan,” tambah Yusuf Hadi.

Dalam konteks Angkutan Lebaran 2024, kapasitas Pelabuhan Merak meningkat sebesar 5 persen dari total 10.688 kendaraan kecil pada tahun sebelumnya menjadi 11.188 kendaraan. Sementara itu, kapasitas angkut kapal juga naik 2 persen dari 36.323 kendaraan menjadi 37.159 kendaraan. (saf/infopublik.id)