Scroll untuk baca artikel
Finansial

Akulaku Finance Kantongi Pendanaan Rp500 Miliar dari Danamon

5
×

Akulaku Finance Kantongi Pendanaan Rp500 Miliar dari Danamon

Sebarkan artikel ini
PT Akulaku Finance Indonesia menyepakati fasilitas pendanaan senilai Rp500 miliar dari PT Bank Danamon Indonesia Tbk (“Danamon”) guna memperkuat kapasitas pembiayaan dan mendukung pertumbuhan layanan pembiayaan digital di Indonesia. Fasilitas pendanaan tersebut akan digunakan untuk mendukung kebutuhan modal kerja PT Akulaku Finance Indonesia seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan pembiayaan digital. Dukungan ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas perusahaan dalam menghadirkan solusi pembiayaan yang relevan bagi berbagai segmen masyarakat.

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA — PT Akulaku Finance Indonesia memperoleh fasilitas pendanaan senilai Rp500 miliar dari Bank Danamon Indonesia guna memperkuat kapasitas pembiayaan serta mendukung pertumbuhan layanan keuangan digital di Indonesia.

Fasilitas tersebut akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja perusahaan seiring meningkatnya permintaan masyarakat terhadap layanan pembiayaan digital. Dukungan pendanaan ini diharapkan dapat memperkuat kemampuan perusahaan dalam menyediakan solusi pembiayaan yang lebih relevan bagi berbagai segmen masyarakat.

Presiden Direktur PT Akulaku Finance Indonesia, Perry Barman Slangor, mengatakan kerja sama tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat struktur pendanaan sekaligus mendukung ekspansi bisnis yang berkelanjutan.

“Sinergi dengan Danamon diharapkan dapat mendukung pengembangan layanan pembiayaan yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan perusahaan ke depan,” ujarnya.

Baca Juga :   Citi Indonesia Raih Penghargaan Best Performance Bank di BIFA 2025

Kolaborasi ini juga mencerminkan semakin eratnya sinergi antara industri perbankan dan perusahaan pembiayaan digital dalam menjawab kebutuhan layanan keuangan yang terus berkembang di era ekonomi digital.

PT Akulaku Finance Indonesia yang berada dalam ekosistem Akulaku Group merupakan salah satu mitra strategis Danamon. Pembiayaan tersebut menjadi bagian dari upaya Danamon dalam memperkuat ekosistem grup keuangan yang didukung oleh MUFG Bank, Ltd. sebagai perusahaan induk.

Direktur Global Alliance Strategy Danamon, Jin Yoshida, menilai kerja sama ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat dukungan pembiayaan kepada sektor multifinance berbasis teknologi yang terus berkembang di Indonesia.

Baca Juga :   Berbagai Lembaga Keuangan Arahkan Permodalan Menuju Industri Hijau dan Rendah Karbon di Tiongkok

Menurutnya, penyediaan fasilitas modal kerja tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pendanaan Akulaku Finance Indonesia dalam melayani kebutuhan pembiayaan masyarakat secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.

“Kerja sama ini juga mencerminkan komitmen Danamon dalam memperkuat kolaborasi dengan nasabah korporasi sekaligus mengoptimalkan sinergi dalam ekosistem MUFG di Indonesia,” kata Jin.

Dengan kombinasi pengalaman Danamon sebagai institusi perbankan dan Akulaku Finance sebagai salah satu pelaku pembiayaan digital di Indonesia, kedua perusahaan berharap dapat menghadirkan solusi keuangan yang semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan ekonomi digital nasional.

Di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi digital Indonesia, kolaborasi antara sektor perbankan dan perusahaan pembiayaan digital dinilai semakin penting untuk memperluas akses layanan keuangan formal. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat industri jasa keuangan nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.

Baca Juga :   SeaBank: Nikmati Gaya Hidup Digital, Uang Tetap Aman

Sebagai penyedia layanan buy now pay later (BNPL), PT Akulaku Finance Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan pembiayaan digital yang mudah diakses dan dijalankan secara bertanggung jawab guna mendukung kebutuhan finansial masyarakat.

Tag: Akulaku Finance, Danamon, Bank Danamon Indonesia, pembiayaan digital, fintech, multifinance, pendanaan, modal kerja, buy now pay later, BNPL, Akulaku Group, MUFG, jasa keuangan, ekonomi digital, inklusi keuangan, kredit digital, Perry Barman Slangor, Jin Yoshida, perbankan, teknologi finansial