BISNISASIA.CO.ID, LAHAT — Kopi robusta dari Desa Lubuk Lungkang, Kabupaten Lahat, Sumatra Selatan, mulai berkembang menjadi penggerak ekonomi masyarakat desa, khususnya bagi kelompok ibu-ibu yang terlibat dalam usaha pengolahan kopi lokal.
Salah satu pelaku usaha yang mengembangkan potensi tersebut adalah Dina Julianti melalui dua merek kopi lokal, yakni Lungkang Coffee dan DJ Coffee.
Berawal dari kegemarannya menikmati kopi, Dina melihat potensi kopi robusta di desanya memiliki nilai ekonomi yang dapat dikembangkan lebih jauh. Dari sana, ia mulai membangun usaha pengolahan kopi sekaligus membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar.
“Awalnya saya memang suka kopi. Anak pertama saya juga suka kopi, jadi dari situ muncul ide untuk mengembangkan kopi dari desa kami sendiri,” ujar Dina.
Saat ini, Lungkang Coffee dan DJ Coffee memproduksi kopi robusta 100 persen dengan kapasitas sekitar 100 hingga 500 kilogram per bulan. Produk yang dihasilkan terdiri dari biji kopi petik merah dan biji kopi pelangi yang berasal dari kebun milik warga desa.
Usaha tersebut juga melibatkan sekitar 20 ibu rumah tangga di Desa Lubuk Lungkang sebagai tenaga kerja. Mereka terlibat dalam berbagai proses produksi, mulai dari pemilahan biji kopi hingga pengolahan pascapanen.
Menurut Dina, tantangan utama usaha saat ini masih berada pada proses penyangraian atau roasting yang dilakukan secara manual menggunakan belanga. Cara tersebut dinilai memiliki ciri khas tersendiri, namun membatasi kapasitas produksi ketika permintaan meningkat.
“Roasting kami masih manual menggunakan belanga. Ini memang punya ciri khas, tapi kapasitasnya terbatas,” katanya.
Untuk mendukung pengembangan usaha kopi lokal tersebut, PT Sawit Mas Sejahtera menjalankan program pendampingan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berfokus pada peningkatan kapasitas pascapanen kopi di Desa Lubuk Lungkang.
Program yang merupakan bagian dari Bright Future Initiative milik Sinar Mas Agribusiness and Food itu telah berjalan sejak 2025 dan pada 2026 menggandeng Sekolah Tani Indonesia sebagai fasilitator pendampingan.
Pendampingan dilakukan untuk membantu pelaku UMKM meningkatkan kualitas pengolahan kopi, memperkuat kapasitas produksi, serta memperluas akses pemasaran.
Bright Future Initiative sendiri merupakan jaringan akselerasi UMKM yang telah membantu 113 UMKM merealisasikan dan mengembangkan 189 proyek di berbagai wilayah operasional perusahaan di Indonesia.
Melalui program tersebut, kopi robusta Lubuk Lungkang diharapkan dapat berkembang menjadi produk lokal bernilai tambah sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat desa secara berkelanjutan.











