BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA — Dataiku mengumumkan penunjukan Andrew Boyd sebagai Senior Vice President dan General Manager untuk wilayah Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Penunjukan ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mendorong pertumbuhan sekaligus memperkuat implementasi AI di tingkat enterprise.
Dalam peran barunya, Boyd akan memimpin strategi go-to-market dan operasional regional, mencakup pasar utama seperti ASEAN, Korea Selatan, Jepang, Australia, dan Selandia Baru.
Fokus pada Dampak Bisnis AI
Langkah ini dilakukan seiring meningkatnya kebutuhan perusahaan untuk mengubah investasi kecerdasan buatan dari sekadar eksperimen menjadi hasil bisnis yang nyata dan terukur.
Chief Revenue Officer Dataiku, Phil Coady, menilai kawasan APJ kini memasuki fase baru dalam adopsi AI.
“Wilayah APJ kini bergerak dari ambisi AI menuju akuntabilitas AI. Tantangannya adalah bagaimana mengembangkan AI secara terkelola dan terhubung langsung dengan hasil bisnis,” ujarnya.
Pengalaman Lebih dari 20 Tahun
Boyd membawa lebih dari dua dekade pengalaman dalam industri teknologi enterprise, khususnya di kawasan APJ. Ia dikenal memiliki rekam jejak dalam:
- Transformasi strategi go-to-market
- Ekspansi operasional regional
- Penguatan hubungan dengan pelanggan enterprise dan pemerintah
Pengalamannya dalam menghadapi pasar yang kompleks dan teregulasi dinilai menjadi nilai tambah dalam mendorong penerapan AI yang bertanggung jawab.
Dorong AI yang Skalabel dan Terukur
Boyd menekankan pentingnya tata kelola dan relevansi bisnis dalam implementasi AI.
“Keberhasilan di kawasan APJ membutuhkan lebih dari sekadar inovasi. Diperlukan tata kelola yang kuat, keahlian lokal, serta keterkaitan yang jelas dengan hasil bisnis,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa banyak organisasi kini berada di bawah tekanan untuk melampaui tahap eksperimen dan mulai menghadirkan nilai nyata dari investasi AI mereka.
Momentum Pertumbuhan Global
Seiring percepatan adopsi AI, Dataiku terus menunjukkan pertumbuhan global yang kuat. Perusahaan ini telah bekerja sama dengan lebih dari 750 organisasi di seluruh dunia, termasuk sejumlah perusahaan besar lintas industri.
Melalui kepemimpinan baru di kawasan APJ, Dataiku menargetkan dapat membantu lebih banyak organisasi mengintegrasikan AI secara menyeluruh dalam operasional bisnis mereka.











