Scroll untuk baca artikel
Lifestyle

Allianz: Hipertensi, Sembelit, dan Maag Dominasi Klaim Pascalebaran

3
×

Allianz: Hipertensi, Sembelit, dan Maag Dominasi Klaim Pascalebaran

Sebarkan artikel ini
Perubahan pola makan setelah Ramadan dan momen Lebaran memicu peningkatan risiko gangguan kesehatan. Data Allianz Indonesia menunjukkan hipertensi, sembelit, dan gastritis (maag) menjadi penyakit dengan klaim tertinggi pada periode pasca-Lebaran

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA — Perubahan pola makan setelah Ramadan dan momen Lebaran memicu peningkatan risiko gangguan kesehatan. Data Allianz Indonesia menunjukkan hipertensi, sembelit, dan gastritis (maag) menjadi penyakit dengan klaim tertinggi pada periode pasca-Lebaran.

Berdasarkan data klaim yang dibayarkan pada periode Lebaran 2025 hingga tiga bulan setelahnya, hipertensi mencatat 718 kasus. Disusul sembelit sebanyak 284 kasus dan gastritis 141 kasus.

Selain tiga kondisi tersebut, klaim untuk penyakit lain seperti diare, kolesterol tinggi, asam urat, dan gula darah tinggi juga tetap muncul, meski dengan jumlah lebih rendah.

Baca Juga :   Vidi Bergabung dalam Kolaborasi Remix Bersama Lay Zhang dan Lauv Bertajuk "Run Back to You"

Head of Claim Cashless, Credentialing, Payment, and Data Analytics Allianz Life Indonesia, dr. Argie, mengatakan pola klaim tersebut mencerminkan respons tubuh terhadap perubahan konsumsi setelah Ramadan.

“Pola klaim ini menunjukkan bagaimana tubuh merespons perubahan pola makan setelah puasa. Jika tidak diantisipasi, kondisi ini tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga berpotensi meningkatkan beban finansial,” ujarnya.

Dipicu Perubahan Pola Makan

Setelah satu bulan berpuasa dengan pola makan lebih teratur, masyarakat cenderung mengonsumsi makanan tinggi lemak, gula, dan garam saat Lebaran, seperti opor ayam, rendang, hingga aneka kue dan minuman manis.

Baca Juga :   Fullerton Health Buka Pusat Pemeriksaan Kesehatan Eksklusif di Jakarta untuk Layanan Lebih Personal

Perubahan drastis ini dapat mengganggu keseimbangan metabolisme tubuh dan memicu berbagai penyakit.

Hipertensi, misalnya, erat kaitannya dengan konsumsi garam dan lemak berlebih. Sementara gastritis atau maag dapat dipicu oleh pola makan yang tidak teratur, dan peningkatan gula darah terjadi akibat konsumsi makanan manis berlebihan.

Gangguan pencernaan seperti diare dan sembelit juga kerap muncul, terutama karena faktor kebersihan makanan dan kurangnya asupan serat.

Perlu Kembali ke Pola Hidup Sehat

Untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan setelah Lebaran, masyarakat disarankan segera kembali ke pola hidup sehat.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain mengatur jadwal makan secara teratur, mengurangi konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak, serta memperbanyak asupan serat dari sayur dan buah.

Baca Juga :   Generali Indonesia Kembali Dukung Borobudur Marathon 2025

Selain itu, penting untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuh, membatasi minuman manis dan berkafein, serta kembali rutin beraktivitas fisik ringan.

Pemeriksaan kesehatan juga dianjurkan, terutama bagi individu yang memiliki riwayat penyakit atau mengalami gejala tertentu.

“Momentum setelah Lebaran seharusnya menjadi titik awal untuk kembali membangun kebiasaan hidup sehat, sehingga risiko penyakit dan beban biaya kesehatan dapat diminimalkan,” kata dr. Argie.