BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) melanjutkan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit 3 berkapasitas 55 megawatt (MW) di Sumatra dengan mengeksekusi kontrak pekerjaan infrastruktur sebagai tahap persiapan sebelum pengeboran.
Tahap ini difokuskan pada penguatan infrastruktur di Cluster 19 dan Cluster E, yang menjadi bagian penting dari pengembangan proyek sebelum memasuki tahap pengeboran.
Dalam tahap tersebut, PGE menandatangani kontrak pekerjaan infrastruktur yang mencakup pembangunan well pad atau tapak sumur serta akses jalan menuju lokasi proyek. Infrastruktur ini menjadi fondasi utama untuk mendukung mobilitas peralatan berat dan kelancaran aktivitas pengeboran di area pengembangan.
Mobilisasi kru konstruksi dan peralatan proyek telah dimulai sejak Februari 2026 sebagai bagian dari persiapan operasional menuju program pengeboran yang dijadwalkan berlangsung pada kuartal II 2026.
Seluruh lingkup pekerjaan dirancang dengan memperhatikan aspek keselamatan kerja, kepatuhan terhadap regulasi, serta pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab.
Direktur Operasi PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Andi Joko Nugroho mengatakan penandatanganan kontrak infrastruktur menjadi langkah penting dalam memastikan kesiapan proyek di lapangan.
“Ditandatanganinya kontrak pekerjaan infrastruktur di Cluster 19 dan Cluster E menegaskan komitmen PGE dalam membangun fondasi operasional yang kokoh. Dalam pengembangan PLTP Lumut Balai Unit 3, setiap tahapan dirancang secara terstruktur dan terukur untuk memastikan seluruh persiapan berjalan optimal,” ujar Andi.
Ia menambahkan bahwa ketika tahap pengeboran dimulai, seluruh aspek teknis, operasional, serta keselamatan kerja diharapkan telah siap secara menyeluruh.
Pengembangan PLTP Lumut Balai Unit 3 merupakan bagian dari strategi jangka panjang PGE untuk memperkuat kapasitas energi panas bumi nasional. Proyek ini juga sejalan dengan rencana pengembangan kelistrikan nasional yang tercantum dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 serta proyek prioritas dalam Blue Book 2025–2029 Kementerian PPN/Bappenas.
Saat ini PGE mengelola kapasitas terpasang sebesar 727 MW yang tersebar di enam wilayah operasi. Perusahaan juga tengah mengembangkan sejumlah proyek strategis lainnya, termasuk PLTP Hululais Unit 1 dan 2 dengan kapasitas total 110 MW.
Selain itu, PGE juga mengembangkan proyek co-generation bersama PLN Indonesia Power dengan total kapasitas mencapai 230 MW.
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (IDX: PGEO) merupakan bagian dari Subholding Power & New Renewable Energy PT Pertamina (Persero) yang bergerak di bidang eksplorasi, eksploitasi, dan produksi energi panas bumi.
Saat ini PGE mengelola 15 wilayah kerja panas bumi dengan total kapasitas terpasang sekitar 1.932 MW. Dari jumlah tersebut, 727 MW dioperasikan langsung oleh PGE, sementara 1.205 MW dikelola melalui skema Kontrak Operasi Bersama.
Kapasitas panas bumi di wilayah kerja PGE berkontribusi sekitar 70 persen dari total kapasitas panas bumi nasional dan memiliki potensi pengurangan emisi karbon sekitar 10 juta ton CO2 per tahun.
Sebagai perusahaan energi hijau kelas dunia, PGE berkomitmen mengoptimalkan pengelolaan potensi panas bumi secara menyeluruh serta mendukung agenda dekarbonisasi nasional menuju target net zero emission Indonesia pada 2060.
Perusahaan juga memiliki rekam jejak kuat dalam aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG), termasuk meraih 18 penghargaan PROPER Emas sejak 2011 hingga 2025, penghargaan tertinggi kepatuhan lingkungan dari Kementerian Lingkungan Hidup.











