BISNISASIA.CO.ID, JEPANG – Sony Group Corp mengembangkan teknologi untuk mengidentifikasi sumber asli musik yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI) sebagai upaya melindungi hak para kreator, di tengah meningkatnya kekhawatiran atas penggunaan karya berhak cipta tanpa izin dalam proses pelatihan AI.
Melalui teknologi baru ini, komposer, penulis lagu, dan penerbit dapat menuntut kompensasi dari pengembang AI atas penggunaan karya mereka tanpa izin, menurut pihak perusahaan.
Teknologi Sony mampu mengekstraksi data dari model AI yang mendasarinya dan membandingkan musik yang dihasilkan dengan sumber aslinya, sekaligus mengukur kontribusinya untuk mempermudah proses pengumpulan royalti.
Seorang juru bicara dari unit hiburan grup elektronik asal Jepang tersebut mengatakan, “Kami ingin berkontribusi dalam menciptakan sistem di mana para kreator mendapatkan kompensasi yang layak.”
Upaya perlindungan konten di seluruh lini grup semakin mengemuka.
Sony Music Entertainment di Amerika Serikat diketahui menggugat sebuah perusahaan atas dugaan pelanggaran hak cipta pada 2024 terkait penggunaan AI untuk menghasilkan musik. (Japan Today)











