Scroll untuk baca artikel
Industri

Indonesia Cetak Sejarah, Tim Labmino UI Jadi SFT Global Ambassador

3
×

Indonesia Cetak Sejarah, Tim Labmino UI Jadi SFT Global Ambassador

Sebarkan artikel ini
Samsung Electronics Indonesia mengumumkan Tim Labmino dari Universitas Indonesia sebagai salah satu Samsung Solve for Tomorrow (SFT) Global Ambassador. Pencapaian ini menjadi tonggak penting karena untuk pertama kalinya Indonesia lolos sebagai SFT Global Ambassador, sekaligus menjadikan Indonesia sebagai satu dari dua negara di kawasan South East Asia and Oceania (SEAO) yang meraih posisi tersebut

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – Samsung Electronics Indonesia mengumumkan Tim Labmino dari Universitas Indonesia sebagai salah satu Samsung Solve for Tomorrow (SFT) Global Ambassador. Pencapaian ini menjadi tonggak penting karena untuk pertama kalinya Indonesia lolos sebagai SFT Global Ambassador, sekaligus menjadikan Indonesia sebagai satu dari dua negara di kawasan South East Asia and Oceania (SEAO) yang meraih posisi tersebut.

Keberhasilan Tim Labmino menandai pengakuan global atas inovasi anak muda Indonesia yang berangkat dari tantangan nyata di masyarakat dan diterjemahkan menjadi solusi berbasis teknologi yang berdampak, inklusif, dan berkelanjutan. Melalui RunSight, solusi wearable berbasis AI yang dirancang untuk membantu penyandang disabilitas visual berlari secara mandiri dan aman, tim ini menunjukkan bagaimana teknologi dapat membuka akses yang lebih setara dalam olahraga inklusif.

Lebih dari sekadar kompetisi, Samsung Solve for Tomorrow menjadi learning journey yang membentuk kepemimpinan generasi muda Indonesia di tingkat global, mendorong anak muda untuk menghubungkan empati, teknologi, dan dampak sosial dalam satu solusi nyata.

Baca Juga :   Huawei dan China Unicom Guangdong Uji Coba 5.5G dalam Format Live Stream di Pedesaan Tiongkok

Tim Labmino terpilih sebagai satu dari sepuluh tim terbaik dunia dan menyandang status Global Ambassador SFT. Adapun anggota tim terdiri dari Muhammad Fazil Tirtana, Kaindra Rizq Sachio, Anthony Edbert Feriyanto, dan Ariq Maulana Malik Ibrahim.

Perjalanan mereka dimulai sejak tahap awal program, melalui proses panjang dalam mengasah ide, mengembangkan solusi, serta membuktikan bahwa inovasi yang dirancang memiliki relevansi dan dampak nyata bagi masyarakat. Program ini menjadi ruang belajar yang mempertemukan tantangan, kolaborasi, dan refleksi, sekaligus membentuk pola pikir sebagai inovator muda.

Selain aspek kenyamanan, tim juga menghadapi tantangan menciptakan perangkat yang low cost dan hemat energi. Hal ini mendorong optimalisasi kecerdasan buatan agar tetap ringan, efisien, dan dapat digunakan dalam aktivitas berlari tanpa mengorbankan performa maupun keamanan pengguna.

“Mengikuti Samsung Solve for Tomorrow adalah perjalanan yang benar-benar mengubah cara kami melihat diri kami sendiri dan potensi yang kami miliki. Kami merasa sangat bahagia dan bangga bisa membawa nama Indonesia sebagai Global Ambassador. Bagi kami, ini bukan hanya tentang memenangkan sebuah program, tetapi tentang membuktikan bahwa ide yang lahir dari kepedulian bisa tumbuh menjadi solusi nyata yang berdampak. Kami berharap pencapaian ini bisa menginspirasi lebih banyak anak muda Indonesia untuk berani bermimpi lebih besar, berinovasi dengan empati, dan percaya bahwa karya mereka bisa memberi arti bagi banyak orang,” ujar Anthony Edbert Feriyanto, perwakilan Tim Labmino.

Baca Juga :   Mouser Soroti Sinergi Teknologi Berkelanjutan dan Inovasi Teknik Global

Sejalan dengan itu, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., menegaskan pentingnya inovasi dan penguasaan ilmu pengetahuan serta teknologi sebagai fondasi transformasi bangsa.

“Kami bangga melihat Tim Labmino mampu berdiri sejajar dan berkontribusi di forum global. Inovasi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi seperti ini menunjukkan potensi besar generasi muda Indonesia dalam menjawab tantangan nyata menuju Indonesia Emas 2045. Kami juga mengapresiasi inisiatif Samsung melalui Solve for Tomorrow yang sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat pendidikan dan ekosistem inovasi,” ujarnya.

Baca Juga :   Komitmen WIR Group untuk Pendidikan Digital: SATRIA 2025 Siapkan Generasi Adaptif dan Inovatif

Pencapaian ini turut mendapat apresiasi dari Samsung sebagai wujud kepemimpinan muda berbasis inovasi. Bagus Erlangga, Head of Corporate Marketing Samsung Electronics Indonesia, menyampaikan kebanggaannya atas terpilihnya Tim Labmino sebagai SFT Global Ambassador.

“Pencapaian ini membuktikan bahwa AI yang bermakna adalah AI yang mampu memberdayakan manusia. Perjalanan Tim Labmino menjadi contoh bagaimana empati dan teknologi dapat bersatu untuk menciptakan inovasi berdampak di tingkat global,” jelasnya.

Keberhasilan tersebut menegaskan komitmen Samsung melalui program Solve for Tomorrow dalam memberdayakan generasi muda Indonesia, bukan hanya sebagai pengguna teknologi, tetapi sebagai pencipta solusi. Melalui langkah Tim Labmino sebagai Global Ambassador, Indonesia mengirimkan pesan bahwa inovasi berbasis empati dan teknologi mampu bersaing di panggung dunia.