Scroll untuk baca artikel
Market

Rupiah Terus Melemah, Berikut Kiat dari DBS Treasures Private Client untuk Maksimalkan Volatilitas Valas

18
×

Rupiah Terus Melemah, Berikut Kiat dari DBS Treasures Private Client untuk Maksimalkan Volatilitas Valas

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi uang kertas pecahan Rp100.000,-. (Foto: Safar/bisnisasia.co.id)

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – Dalam menghadapi kondisi ekonomi global saat ini, The Fed masih menahan suku bunga pada siklus ini di angka 5,5 persen sebagai respons terhadap inflasi yang masih tinggi. Insight tersebut disampaikan dalam diskusi bertajuk “Optimizing the Currency Volatility: Exploring Economic Projections and FX Investments with DBS Treasures Private Client”. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan enam tahun kehadiran DBS Treasures Private Client dengan komitmen “Fortify Your Mark to Last for Generations”, yang bertujuan menghubungkan nasabah dengan pakar finansial dari dalam dan luar negeri. Selain itu, DBS Treasures Private Client menawarkan berbagai solusi untuk diversifikasi investasi di valas guna meningkatkan kinerja portofolio, melindungi diri dari risiko mata uang, serta menjaga likuiditas.

Baca Juga :   Moduit dan Maybank Sekuritas Luncurkan Layanan Baru 'Mosaic', Solusi Penasihat Investasi Saham di Indonesia

Equities Specialist DBS Group Research Maynard Arif memproyeksikan bahwa The Fed akan kembali memangkas suku bunga sebesar 50bps pada semester kedua 2024, sehingga Federal Funds Rate (FFR) menjadi 5,0 persen pada akhir tahun. Faktor lain yang akan menjadi pendorong utama suku bunga di paruh kedua 2024 adalah pemilihan presiden AS yang membawa kekhawatiran tentang defisit fiskal, deglobalisasi, dan persaingan antara Tiongkok dan AS. Selain itu, diperkirakan akan ada pemotongan suku bunga sebesar 100bps lagi pada tahun 2025.

Kebijakan The Fed untuk menahan suku bunga menyebabkan USD tetap kuat terhadap mata uang lain. Jepang adalah salah satu negara yang terdampak oleh hal tersebut. FX Strategist, Global Financial Markets DBS Bank Terence Wu menjelaskan bahwa selisih imbal hasil antara AS dan Jepang mengalami tekanan. Meskipun demikian, tekanan terhadap USD-JPY diprediksi akan berkurang saat The Fed mulai menurunkan suku bunganya. Sedangkan untuk Indonesia, rupiah diharapkan membaik seiring dengan berkurangnya tekanan terhadap USD-JPY dan USD-CNH.

Baca Juga :   Bank Indonesia Tegaskan Stabilitas Rupiah Terjaga

Untuk menghadapi gejolak perekonomian tersebut, DBS Treasures Private Client menawarkan berbagai solusi investasi valas seperti reksa dana USD, obligasi pemerintah dan korporasi (USD), obligasi pemerintah (EUR), serta beberapa produk investasi terstruktur yang dirancang sesuai kebutuhan individu dan bisnis. Hal ini dilengkapi dengan kapabilitas aplikasi digibank by DBS sebagai layanan perbankan digital yang lengkap, memungkinkan nasabah mengakses Rekening Valas, yaitu satu akun dengan 12 mata uang sekaligus, dilengkapi dengan suku bunga yang kompetitif dan bebas biaya. Selain itu, nasabah juga dapat menggunakan fitur Transfer Valas untuk mengirim uang ke luar negeri tanpa biaya ke 25 negara dengan pengiriman yang tiba di hari yang sama. Seluruh layanan ini dapat diakses 24/7 di mana saja tanpa perlu berganti aplikasi, memberikan kenyamanan dan kemudahan bertransaksi bagi nasabah. (saf)