Scroll untuk baca artikel
Market

Pembelian Tiket Online Kini Tersedia di Pelabuhan Hunimua-Ambon

78
×

Pembelian Tiket Online Kini Tersedia di Pelabuhan Hunimua-Ambon

Sebarkan artikel ini
Kapal penyeberangan ferry ASDP. (Foto: ASDP)

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – Sebagai kelanjutan dari implementasi reservasi tiket di rute Galala-Namlea yang dikelola oleh layanan cabang Ambon, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) kini secara resmi memperkenalkan layanan pemesanan tiket online melalui trip.ferizy.com di Pelabuhan Hunimua, Ambon-Maluku Tengah.

Peluncuran platform pembelian tiket online ini mengikuti ketentuan dari Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2016 mengenai Daftar Penumpang dan Kendaraan Angkutan Penyeberangan, Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 28 Tahun 2016 tentang Kewajiban Penumpang Angkutan Penyeberangan Memiliki Tiket, serta Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 19 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Tiket Angkutan Penyeberangan Secara Elektronik.

Sekretaris Perusahaan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Shelvy Arifin, menjelaskan bahwa langkah transformasi digital ini dipandang penting mengingat mendekati periode angkutan Lebaran 2024 yang akan dimulai akhir Maret 2024.

Baca Juga :   ASDP Terapkan Sistem Pembelian Tiket Online di trip.ferizy.com untuk Penyeberangan Galala-Namlea

“Dalam waktu sekitar sebulan, periode mudik nasional akan tiba. Sebagai pelabuhan tersibuk di Maluku, penerapan digitalisasi di Pelabuhan Hunimua menjadi fokus ASDP untuk mengantisipasi lonjakan penumpang menjelang Lebaran dan juga untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat serta logistik,” ungkap Shelvy pada Jumat (1/3/2024).

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengoperasikan empat kapal, yaitu KMP Rokatenda, KMP Terubuk, KMP Temi, KMP Inelika, untuk melayani penyeberangan di Pelabuhan Hunimua. Terdapat 13 trip penyeberangan yang tersedia melalui pelabuhan ini mulai dari pukul 05.30 hingga 21.00 WIT.

Data menunjukkan bahwa total penumpang yang menyeberang di lintasan Hunimua-Waipirit (PP) pada tahun 2023 mencapai 440.882 orang, dengan total kendaraan sebanyak 298.599 unit. Dari jumlah tersebut, kendaraan roda 2 mencapai 199.143 unit dan kendaraan roda 4 atau lebih mencapai 99.456 unit.

Baca Juga :   Tingkatkan Kinerja, BEI Perbarui Sistem Penyelenggara Pasar Alternatif (SPPA)

Melihat jumlah penumpang yang mencapai lebih dari 400 ribu pada tahun 2023, langkah digitalisasi ini diharapkan dapat mempercepat proses layanan kepada pelanggan, mengurangi potensi kerumunan di pelabuhan melalui pengaturan kuota penumpang, dan menyediakan data manifest yang lebih akurat.

Untuk pembayaran e-tiket, Shelvy menjelaskan bahwa pelanggan dapat menggunakan berbagai metode pembayaran, termasuk virtual account dari Bank BRI, Mandiri, BNI, BCA, Permata Bank, Maybank, BSI, Danamon, CIMB Niaga, BTPN, Bank Maspion, BTN, dan Pospay. Selain itu, pembayaran juga dapat dilakukan melalui e-wallet seperti linkAja, Shopee Pay, Blu BCA Digital, OVO, dan Dana. Dengan beragam opsi pembayaran ini, pengguna jasa dapat lebih leluasa dalam melakukan transaksi sesuai dengan preferensi bank atau e-wallet yang mereka miliki.

Baca Juga :   Saham MKAP Resmi Melantai di Bursa Efek Indonesia

“Selain itu, langkah digitalisasi ini juga diharapkan dapat meningkatkan pengalaman positif bagi pelanggan, dengan memungkinkan mereka untuk melakukan pembelian tiket di mana saja dan kapan saja. Selain itu, pelanggan juga dapat melakukan reservasi jauh-jauh hari sebelum keberangkatan, mulai dari H-60 hari sebelumnya,” tambahnya.

ASDP berkomitmen untuk terus mempercepat langkah digitalisasi ini sebagai upaya nyata dalam mendukung konektivitas antarwilayah, yang diharapkan juga akan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah.(saf/infopublik.id)