Scroll untuk baca artikel
Headline

OIKN Usul Tambah Anggaran Tahun 2024 Sebesar Rp3,56 Triliun

29
×

OIKN Usul Tambah Anggaran Tahun 2024 Sebesar Rp3,56 Triliun

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Ibu Kota Nusantara (IKN). (Foto: ikn.go.id)

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – Bambang Susantono, Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengusulkan penambahan anggaran sebesar Rp3,56 triliun untuk tahun ini.

Dalam rapat kerja bersama Komisi II DPR RI di Jakarta pada Senin (18/3/2024), Bambang menjelaskan bahwa usulan penambahan anggaran tersebut diperlukan untuk mendukung operasional dan pemeliharaan sejumlah fasilitas infrastruktur yang telah dibangun oleh kementerian/lembaga lain, terutama Kementerian PUPR.

“Kami berencana untuk mengajukan beberapa rencana penambahan anggaran, terutama untuk menanggung pengelolaan fasilitas infrastruktur yang akan dialihkan kepada kami dari kementerian/lembaga lain,” kata Bambang.

Dalam usulannya, Bambang menyebut bahwa anggaran terbesar yang diajukan adalah untuk Deputi Bidang Sarana dan Prasarana, dengan kebutuhan tambahan dana mencapai Rp2,17 triliun.

Anggaran ini akan mendukung 22 program, termasuk program operasional dan pemeliharaan sarana prasarana, pengembangan sarana prasarana serta manajemen transportasi, serta pembangunan sektor perumahan dan permukiman.

Selain itu, penambahan anggaran juga diajukan untuk mendukung program Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital, yang membutuhkan dana sebesar Rp864,39 miliar, serta Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam sebesar Rp457,20 miliar.

Baca Juga :   Jelang Pemilu Compas.co.id Temukan Anomali Penjualan Minyak Goreng Menurun 11%

Terdapat juga usulan penambahan anggaran untuk Deputi Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat sebesar Rp57,44 miliar, dan Deputi Bidang Perencanaan dan Pertanahan sebesar Rp15,03 miliar.

Dalam kesempatan yang sama, Bambang juga melaporkan alokasi dan realisasi anggaran OIKN pada dua tahun sebelumnya. Pada tahun 2023, alokasi anggaran OIKN mencapai Rp285,90 miliar, dengan realisasi penyerapan dana mencapai Rp271,71 miliar. Anggaran tersebut digunakan untuk kegiatan sekretariat dan unit eselon I OIKN.

Sementara untuk tahun 2024, alokasi anggaran OIKN mencapai Rp434 miliar. Namun, sebagian anggaran tersebut dihalangi oleh Kementerian Keuangan sebesar Rp21,7 miliar untuk memenuhi kebijakan automatic adjustment.

Menurut Bambang, Generasi Z dan milenial menunjukkan minat yang besar untuk pindah ke Kota Nusantara karena dianggap menawarkan kualitas hidup yang lebih baik.

“Hasil dialog kami dengan Generasi Z dan milenial menunjukkan bahwa mereka sangat tertarik dengan Kota Nusantara, terutama karena Kota ini memiliki standar kelas dunia dan menawarkan kehidupan yang lebih baik dari segi lingkungan,” ujar Bambang.

Baca Juga :   Menteri ATR/BPN Bertemu Menkeu Bahas Program Strategis

Bambang juga yakin bahwa minat untuk pindah ke Kota Nusantara akan terus bertambah, seiring dengan kualitas hidup yang ditawarkan di ibu kota negara baru tersebut.

Awalnya, Bambang mengira bahwa banyak orang yang akan bekerja di Kota Nusantara namun memilih untuk tinggal di Balikpapan. Namun, pandangannya mulai berubah setelah melihat desain inovatif yang dikembangkan oleh pengembang swasta untuk Kota Nusantara.

“Di sana air bisa diminum, polusi rendah, tidak ada kemacetan. Mungkin nanti malah mereka yang sekarang tinggal di daerah lain akan lebih memilih untuk hidup dan bekerja di Kota Nusantara daripada di tempat lain,” tambahnya.

Bambang kembali menegaskan komitmen OIKN untuk menciptakan kota yang hidup dan layak huni, dengan fokus pada kelestarian lingkungan melalui penggunaan energi terbarukan, ruang terbuka hijau yang luas, dan transportasi ramah lingkungan, dengan target menjadikan Kota Nusantara sebagai kota dengan emisi nol bersih pada tahun 2045.

Baca Juga :   Otoritas IKN Siap Meriahkan Peringatan HUT Kemerdekaan RI

Salah satu langkah konkret untuk mencapai visi ini adalah melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas 50 megawatt (MW) oleh PT PLN. PLTS ini diharapkan dapat segera beroperasi dan menyediakan listrik bersih bagi Kota Nusantara.

OIKN juga sedang mengembangkan transportasi umum tanpa awak dan mobil terbang yang dijadwalkan akan tersedia pada tahun 2045. Sebelumnya, OIKN akan melakukan uji coba kelayakan untuk jenis transportasi ini.

Progres pembangunan Kota Nusantara Tahap 1 sudah mencapai sekitar 77 persen. Tahap ini mencakup Kawasan Istana Kepresidenan, Gedung Kemenko, serta hunian rumah tapak menteri, rumah susun aparatur sipil negara (ASN), dan TNI/Polri.

Pada bulan Juni mendatang, diharapkan akan ada 12 tower ASN yang siap huni, sehingga ASN dapat mulai pindah ke Kota Nusantara pada bulan Juni-Juli 2024.

Kota Nusantara juga sedang dipersiapkan sebagai lokasi upacara peringatan HUT ke-79 Kemerdekaan RI pada tanggal 17 Agustus mendatang. (saf)