Scroll untuk baca artikel
Headline

Menparekraf Dorong Peserta Program Inkubasi Kuliner Borobudur Tingkatkan Kualitas dan Sasar Pasar Global

25
×

Menparekraf Dorong Peserta Program Inkubasi Kuliner Borobudur Tingkatkan Kualitas dan Sasar Pasar Global

Sebarkan artikel ini
Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno di acara "Interaksi Inspiratif Bersama Peserta Inkubasi Kuliner Borobudur", Sabtu (9/3/2024). (Foto: kemenparekraf.go.id)

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengajak peserta program inkubasi kuliner DPSP Borobudur untuk terus berinovasi guna meningkatkan kualitas produk mereka, dengan tujuan mencapai pangsa pasar global yang lebih luas.

Dalam acara “Interaksi Inspiratif Bersama Peserta Inkubasi Kuliner Borobudur” yang dihadiri Menparekraf Sandiaga, Sabtu (9/3/2024) di Jamur Borobudur, beliau menyatakan bahwa dari tiga sektor ekonomi kreatif yang memberikan kontribusi signifikan terhadap PDB nasional, kuliner menduduki peringkat ketiga setelah kriya dan fesyen.

“Melalui program inkubasi kuliner ini, kita mendukung pengembangan subsektor kuliner, terutama produk-produk yang berasal dari peserta inkubasi ini untuk dapat bersaing di pasar ekspor,” ujar Menparekraf Sandiaga.

Baca Juga :   Kementerian BUMN dan BPKP Bersinergi dalam Program Bersih-Bersih

Menparekraf menilai potensi subsektor kuliner Indonesia sangatlah besar, baik dari segi konsumsi domestik maupun internasional.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), industri kuliner berkontribusi sebesar 34 persen terhadap PDB pada tahun 2023. Sementara itu, dari sisi konsumsi internasional, salah satu pasar terbesar adalah pasar haji dan umrah yang nilainya diperkirakan mencapai lebih dari Rp65 triliun.

“Sebentar lagi kita akan memasuki bulan Ramadan dan perayaan Idul Fitri, di mana subsektor kuliner juga akan mendapatkan peluang penjualan yang signifikan,” tambah Sandiaga.

Baca Juga :   Indonesia Raih Tiga Penghargaan Dunia Berkat Prestasi Sektor Peternakan

Dengan berbagai materi yang diberikan kepada peserta dalam program inkubasi ini, diharapkan kapasitas dan keterampilan mereka semakin meningkat.

“Kami berharap acara ini dapat menggali lebih dalam kreativitas peserta serta mendorong penggunaan digitalisasi dalam ranah inovasi, adaptasi, dan kolaborasi,” ucap Sandiaga.

Direktur Industri Kuliner, Kriya, Desain, dan Fesyen Kemenparekraf/Baparekraf, Yuke Sri Rahayu, menjelaskan bahwa program inkubasi kuliner ini merupakan salah satu inisiatif Kemenparekraf/Baparekraf untuk mempercepat pertumbuhan usaha di sektor kuliner melalui pelatihan dan pendampingan selama enam bulan, yang kemudian dilanjutkan dengan lokakarya dan pertemuan bisnis.

“Para peserta menerima pelatihan dari praktisi yang ahli di bidang kuliner,” jelas Yuke.

Baca Juga :   Empat Kali Luas Jakarta, IKN Wujudkan Kota Layak Huni

Berdasarkan evaluasi terhadap peserta setelah mengikuti pelatihan, tercatat bahwa 80 persen dari mereka mengalami peningkatan omzet antara Rp5 juta hingga Rp10 juta, 16 persen peserta mengalami peningkatan antara Rp10 juta hingga Rp50 juta, dan sekitar 4 persen peserta berhasil meningkatkan omzet mereka di atas Rp50 juta.

“Kami berharap pada tahun ini, peserta juga dapat mengikuti program lanjutan seperti AKI (Apresiasi Kreasi Indonesia) untuk lebih terlibat dalam ekosistem ekonomi kreatif yang lebih luas, sehingga pertumbuhan mereka semakin positif,” ungkap Yuke. (saf)