Scroll untuk baca artikel
Nasional

Kementan Percepat Aksi Darurat Pangan dengan Optimasi Lahan

23
×

Kementan Percepat Aksi Darurat Pangan dengan Optimasi Lahan

Sebarkan artikel ini
ILustrasi lahan sawah. (Foto: Safar/bisnisasia.co.id)

BISNISASIA.CO.ID, KALTENG – Kementerian Pertanian (Kementan) dengan sigap melakukan akselerasi penanganan darurat pangan melalui berbagai program dan kegiatan, salah satunya adalah program Optimasi Lahan (OPLA).

Di sebuah acara yang dihadiri oleh Direktur Jenderal Perkebunan, Wakil Gubernur Kalteng, dan Kelompok Tani Sidomulyo II, secara simbolis dilakukan peluncuran konstruksi optimasi lahan rawa. Acara kick off ini menjadi yang pertama di wilayah Kalimantan dan juga di Indonesia, dilaksanakan di lahan seluas 106 hektar di Desa Buntoi, Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau.

Saat meresmikan Kick Off Kegiatan Konstruksi Upsus Optimasi Lahan Rawa di Desa Buntoi, Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau, Direktur Jenderal Perkebunan, Andi Nur Alam Syah, menyampaikan bahwa berdasarkan arahan Menteri Pertanian, Direktorat Jenderal Perkebunan bertanggung jawab atas Optimasi Lahan di Provinsi Kalimantan Tengah. Provinsi ini merupakan salah satu dari 11 provinsi yang memiliki potensi besar untuk Optimasi Lahan, mencapai 81.070 hektar, dengan Survei Investigasi dan Desain (SID) seluas 3.509 hektar.

Baca Juga :   Everpro Besama SMESCO dan Google Indonesia Bekerjasama dalam Workshop "UMKM Naik Kelas"

“Diinstruksikan oleh Mentan, Direktorat Jenderal Perkebunan memiliki tanggung jawab untuk menyelesaikan setidaknya 81.088 hektar lahan yang harus kita optimalkan. Kami akan mendorong program SID dengan peningkatan SDM, 10 eskavator, dan pembukaan akses jalan ke Pulpis dan Kapuas. Target OPLA 2024 di Pulang Pisau adalah 21.453 hektar. Survei investigasi (SI) seluas 7000 hektar sudah selesai, selanjutnya kami akan merancangnya,” jelas Andi Nur, pada Sabtu (16/03/2024).

Baca Juga :   Aplikasi MITRADARAT Resmi Buka Daftar Mudik Gratis 2024

Andi Nur menambahkan, kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional dengan menambah dan meningkatkan luas lahan, indeks panen, dan produktivitas padi. Hal ini juga dilakukan untuk meningkatkan infrastruktur lahan pertanian rawa melalui pembangunan atau rehabilitasi infrastruktur tata lahan dan tata air guna peningkatan Indeks Pertanaman (IP) atau produktivitas, sesuai arahan Menteri Pertanian.

“Dengan adanya program Optimasi Lahan Rawa ini, diharapkan pengaturan air dan normalisasi saluran dapat dilaksanakan sesuai dengan hasil SID, yang pada gilirannya akan meningkatkan Indeks Pertanaman (IP), produksi, dan produktivitas padi,” tambah Andi Nur.

Baca Juga :   Buat Langkah Bersih untuk Ribuan Senyuman, SOS Persembahkan #BaktiSOSial

Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Edy Pratowo, juga menegaskan bahwa Kabupaten Pulang Pisau merupakan proyek yang harus segera dilaksanakan. “Kami sudah merencanakan 106 hektar dalam 4 hari untuk diselesaikan. Malam ini, saya bersama Pak Dirjen dan pihak terkait akan mendiskusikan lebih lanjut. Arahan dari Pak Gubernur juga untuk kita fokuskan pada 81.088 hektar lahan di Kalimantan Tengah untuk meningkatkan produktivitas padi ke depannya. Dan di sini, Kecamatan Kahayan Hilir merupakan salah satu daerah pendukung Swasembada/Lumbung Pangan, terutama di daerah Kapuas dan Pulang Pisau,” jelas Edy. (saf)