Scroll untuk baca artikel
Otomotif

Hino Perkuat Pendidikan Vokasi Bersama Universitas Udayana Lewat Program CSR Simulator Transmisi

1
×

Hino Perkuat Pendidikan Vokasi Bersama Universitas Udayana Lewat Program CSR Simulator Transmisi

Sebarkan artikel ini
CSR Hino untuk Universitas Udayana Simulator Transmisi dan Komponen Utama Mesin

BISNISASIA.CO.ID, BALI – Komitmen Hino Indonesia terhadap dunia pendidikan kembali diwujudkan lewat aksi nyata. PT Hino Motors Manufacturing Indonesia (HMMI) menyalurkan program Corporate Social Responsibility (CSR) Tahun Fiskal 2025 kepada Universitas Udayana, Bali, sebagai bagian dari upaya memperkuat keterhubungan antara industri dan dunia akademik.

Hino menyerahkan satu unit simulator transmisi beserta komponen utama mesin 5C untuk mendukung kegiatan praktik mahasiswa, khususnya di Fakultas Teknik.

Bantuan ini diberikan dalam rangka memperingati 43 tahun kehadiran Hino di Indonesia, sekaligus menjadi bentuk kontribusi berkelanjutan perusahaan dalam mencetak sumber daya manusia yang siap terjun ke dunia industri.

Seremoni penyerahan dilakukan langsung oleh Presiden Direktur HMMI, Hiroshi Terawaki, kepada Dekan Fakultas Teknik Universitas Udayana, Prof. Ir. Linawati, M.Eng.Sc., Ph.D., IPU.

Baca Juga :   PT Sumber Segara Primadaya Rilis Laporan CSR 2024: Fokus pada Pemberdayaan Masyarakat dan Pelestarian Lingkungan

Komponen yang diserahkan meliputi cylinder block, cylinder head, connecting rod, camshaft, dan crankshaft.

Hiroshi Terawaki, Presiden Direktur HMMI menyampaikan “Melalui dukungan terhadap pendidikan vokasi ini, kami berharap terbangun sinergi yang berkelanjutan antara dunia industri dan perguruan tinggi, sebagai wujud komitmen Hino dalam mencetak lulusan unggul yang siap mendukung pembangunan nasional di Indonesia,”

Baca Juga :   Cathay United Bank Salurkan 460 Beasiswa di Vietnam Lewat Program “Elevated Tree” ke-17

Komponen yang didonasikan merupakan bagian utama dari kendaraan Hino yang diproduksi di fasilitas manufaktur Hino yang berlokasi di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Seluruh komponen tersebut memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) lebih dari 40% serta dirancang untuk memenuhi standar ambang batas emisi kendaraan diesel EURO 4, yang mulai diberlakukan di Indonesia sejak April 2022.