Scroll untuk baca artikel
Industri

Genjot Ekspor Produk Re-PSF, INOV Targetkan Bertumbuh Pesat Tahun Ini

35
×

Genjot Ekspor Produk Re-PSF, INOV Targetkan Bertumbuh Pesat Tahun Ini

Sebarkan artikel ini
PT Inocycle Technology Group Tbk ("INOV:IJ"), perusahaan daur ulang limbah PET terkemuka dan terbesar di Indonesia menargetkan peningkatan penjualan dan ekspor produk Re-PSF di tahun 2024. Re-PSF (Recycled Polyester Staple Fiber) sendiri merupakan serat sintetis dari sampah botol PET daur ulang yang digunakan untuk isian boneka, jaket, sepatu, dan lainnya.

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – PT Inocycle Technology Group Tbk (“INOV:IJ”), perusahaan daur ulang limbah PET terkemuka dan terbesar di Indonesia menargetkan peningkatan penjualan dan ekspor produk Re-PSF di tahun 2024. Re-PSF (Recycled Polyester Staple Fiber) sendiri merupakan serat sintetis dari sampah botol PET daur ulang yang digunakan untuk isian boneka, jaket, sepatu, dan lainnya.

Kinerja penjualan ekspor Re-PSF INOV tahun lalu memang cukup cemerlang, sampai dengan Q3 2023 berkontribusi sekitar 73% dari total penjualan. Laporan keuangan Perseroan pada kwartal tersebut mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 25% QoQ untuk ekspor Re-PSF, berkat meningkatnya permintaan produk tersebut yang banyak digunakan dalam memproduksi barang perlengkapan tidur.

“Pertumbuhan permintaan Re-PSF sebagai bahan baku produksi adalah salah satu alasan terbesar kami untuk berfokus pada pasar ekspor. Masih ada potensi pertumbuhan lagi di tahun ini, berdasarkan proyeksi pertumbuhan untuk 2024.” Jelas Direktur INOV, Victor Choi.

Baca Juga :   Menghitung Cuan Hilirisasi Industri Sawit yang Berlangsung Sejak 2007

Proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Q1 2024 memang tetap optimistis. Lembaga riset Danareksa Sekuritas memperkirakan ekonomi Indonesia akan tumbuh sebesar 5,16% (yoy) pada Q1 2024, meningkat dari pertumbuhan 5,04% (yoy) pada Q4 2023 dengan didorong peningkatan konsumsi rumah tangga dan belanja pemerintah.

Ekspor diperkirakan akan tumbuh terbatas sebesar 1,70% (yoy) pada Q1 2024, lebih tinggi dari pertumbuhan 1,64% (yoy) pada Q4 2023 yang disebabkan oleh permintaan yang diperkirakan masih positif dari Tiongkok dan negara-negara berkembang lainnya.

Bahan baku utama untuk memproduksi Re-PSF adalah botol PET plastic yang kemudian diolah dan didaur ulang. Untuk mengumpulkan bahan baku tersebut dari masyarakat Inocycle telah menyediakan berbagai titik pengumpulan dan meluncurkan upaya untuk meningkatkan kesadaran melalui anak usahanya PT Plasticpay Teknologi Daurulang.

Baca Juga :   CEO Silicon Valley Bridge Bank Meminta Pelanggan untuk menyetor ulang dana Mereka

Botol PET yang sudah dikumpulkan tersebut kemudian dibersihkan secara menyeluruh pada fasilitas pencucian atau washing facility. Saat ini INOV telah mengoperasikan fasilitas pencucian (washing facilities) di 5 kota, seperti Solo, Mojokerto, Medan, Makassar, dan Subang. Sedangkan pabrik re-PSF tersebar di 4 kota yaitu Tangerang, Solo, Mojokerto, dan Medan.

INOV dan PlasticPay juga menggencarkan ekspansi dan gerakan-gerakan sosial lainnya untuk mengatasi masalah sampah.  Misalnya dengan menggandeng UMKM dan pegiat Industri Kreatif di Indonesia untuk menciptakan produk-produk upcycle yang terbuat dari 100% sampah botol plastik yang telah di daur ulang oleh INOV.

Upcycle adalah proses daur ulang dengan cara menciptakan barang dengan kemanfaatan baru tanpa menghilangkan bentuk asli dari barang tersebut. Misalnya mengubah kumpulan botol plastik yang telah dibersihkan dan dipotong menjadi bagian tertentu dari sebuah kerangka untuk kemudian dirangkai menjadi aksesoris.

Baca Juga :   Kolaborasi tiket.com dan Kemenparekraf Perkuat Pariwisata Melalui Pengembangan Desa Wisata dan Festival Daerah

INOV adalah perusahaan Clean-Tech di Indonesia yang berfokus dalam mengolah dan mendaur ulang botol PET dan sampah plastik lainnya menjadi produk daur ulang serat staple buatan/Recycle Polyester Staple Fiber (re-PSF). Saat ini, INOV mengoperasikan tiga pabrik pembuatan produk daur ulang serat staple buatan di Tangerang, Solo, dan Mojokerto  dengan pabrik pengolahan sampah botol plastik/washing facility di Solo, Mojokerto, Medan, dan Gowa, Makassar.

Selain itu INOV juga mengoperasikan dua pabrik untuk industri bukan tenunan (non-woven) di Salatiga dan Palembang. Pada tahun 2021, INOV menambah dua pabrik bukan tenunan (Non-Woven) serta washing facility di wilayah Makassar, Sulawesi Selatan.