Scroll untuk baca artikel
Industri

Franchising & Licensing Asia 2024 Tawarkan Peluang Baru dalam Bisnis Lisensi dan Waralaba

15
×

Franchising & Licensing Asia 2024 Tawarkan Peluang Baru dalam Bisnis Lisensi dan Waralaba

Sebarkan artikel ini
Sebagai ajang pameran dagang yang melibatkan Franchising and Licensing Association (Singapore) sebagai tuan rumah, serta Constellar sebagai penyelenggara kegiatan, Franchising & Licensing Asia edisi ke-19 segera berlangsung di Sands Expo & Convention Centre pada 12-14 September (PRNewsfoto/Constellar)

BISNISASIA.CO.ID, SINGAPURA – Sebagai ajang pameran dagang yang melibatkan Franchising and Licensing Association (Singapore) sebagai tuan rumah, serta Constellar sebagai penyelenggara kegiatan, Franchising & Licensing Asia edisi ke-19 segera berlangsung di Sands Expo & Convention Centre pada 12-14 September.

Diikuti lebih dari 300 merek waralaba dan karakter yang menawarkan lisensi kerja sama dari 150 ekshibitor, termasuk perusahaan waralaba internasional asal Hong Kong SAR, Jepang, Malaysia, Filipina, Singapura, Korea Selatan, wilayah Taiwan, Thailand, Amerika Serikat, dan Vietnam, FLAsia 2024 hadir sebagai pameran waralaba dengan skala yang paling mendunia di Asia.

Berbagai Perspektif dan Peluang Terbaik untuk Bisnis Waralaba & Lisensi di Asia

Generasi Z yang populasinya berkembang pesat di Asia kelak menjadi kelompok konsumen dengan jumlah terbanyak pada 2030. Tren ini menyimpan peluang masif sebagai pasar sasaran (target market) berbagai perusahaan yang berekspansi di Asia melalui bisnis waralaba & lisensi.

Asia kini berkontribusi lebih dari 30% terhadap seluruh bisnis waralaba di seluruh dunia. Maka, wilayah ini menawarkan prospek menggiurkan bagi merek-merek dalam negeri dan global, terutama di tengah lonjakan permintaan produk dan layanan bermutu di sejumlah sektor, seperti kecantikan, wellness, pendidikan, serta teknologi.

Sebagai salah satu segmen usaha, waralaba dan lisensi memiliki stabilitas dan pertumbuhan bisnis, serta menarik minat generasi muda yang melek teknologi dengan profil risiko yang lebih rendah.

Iklim usaha yang kondusif di Singapura menyediakan batu loncatan bagi segmen bisnis tersebut. Dengan demikian, FLAsia 2024 hadir sebagai platform penting untuk menjajaki kemitraan dan mendorong pertumbuhan bisnis regional.

FLAsia 2024 juga akan menawarkan peluang terbaik bagi pebisnis dan investor yang ingin berkomunikasi dengan merek-merek terkemuka untuk berekspansi di pasar konsumer yang berkembang pesat di Asia Pasifik. Para pemuka opini, pemilik usaham dan penentu keputusan turut menawarkan berbagai perspektif seputar daya tahan dan skalabilitas bisnis. FLAsia 2024 didukung sejumlah asosiasi bisnis dan waralaba regional di Kamboja, Tiongkok, Mesir, Filipina, Jepang, Singapura, Korea Selatan, wilayah Taiwan, Thailand, dan Vietnam.

Menggali Profil Berbagai Merek dan Bisnis Lisensi Karakter

Baca Juga :   Sequis Resmikan Kantor Pemasaran Baru di Medan

Untuk pertama kalinya, FLAsia 2024 menghadirkan berbagai jenis merek dan karakter yang menawarkan lisensi kerja sama bisnis, serta materi lengkap bagi pihak-pihak yang berminat. Sejumlah karakter ini berasal dari Marvel Universe, Pac Man, Sonic The Hedgehog, Tamagotchi, dan The Legend of Hei.

Para pengunjung pun dapat berinteraksi dengan perwakilan dari Avex Asia, Bandai Namco, Disney, dan XM Studios di FLAsia Conference, serta memperoleh perspektif tentang perkembangan bisnis lisensi merek dan karakter tersebut.

FLAsia Conference mencakup dua sesi diskusi panel tentang bisnis lisensi merek dan karakter, mengulas keunggulan kolaborasi strategis dan tren-tren terkini yang menentukan arah industri. Sesi pertama, bertajuk “The Power of Brand Licensing: How Strategic Collaboration Can Help Scale Your Business”, dipandu oleh John Ong, Executive Chairman, FT Consulting, akan membahas bagaimana model kerja sama lisensi dan kemitraan yang inovatif dapat memperluas jangkauan dan mendorong pertumbuhan.

Sejumlah panelis dalam sesi ini, antara lain Alex Baillie, Vice President & General Manager, Consumer Products, The Walt Disney Company, Asia Tenggara, India, dan Timur Tengah; Ben Ang, CEO, XM Studios; serta Winston Chan, Board Director, IPOS International dan Chief Executive Officer, FT Consulting.

Sesi kedua, “Emerging Trends Shaping the Future of Brand Licensing: Disrupting Traditional Models”, dipandu oleh Esther Wee, President, IIPCC Singapore, dan IP Consultant, RHT Law Asia LLP, akan mengulas dampak dari konten digital, media sosial, teknologi, aspek keberlanjutan, dan globalisasi terhadap bisnis lisensi merek. Sejumlah panelis yang berpartisipasi antara lain Dr. Bryan Tan, Chief Executive Officer, COL Web, Edmund Low, Head, Licensing Division (APAC), Avex Asia, serta Tracy Lui, Senior Assistant Director, Marketing Communications, Mount Faber Leisure Group.

Baca Juga :   Hadir di FLEI 2024, Eye Level Perluas Peluang Bisnis Pendidikan hanya Rp25 Jutaan

“Bisnis lisensi karakter dan merek menawarkan peluang menarik bagi pebisnis yang ingin membangun ekuitas merek, mempercepat pertumbuhan dan penetrasi pasar,” ujar Edmund Low, Head, Licensing Division (APAC), Avex Asia.

“Lewat kolaborasi dengan karakter atau merek ternama, pebisnis bisa memanfaatkan basis penggemar yang telah terbangun, menghemat biaya pemasaran, dan meningkatkan kredibilitas. Aspek brand extension tak hanya membina inovasi lewat kolaborasi, namun juga menciptakan kemitraan sinergis yang mendorong kesuksesan jangka panjang. Pebisnis dapat mengeksplorasi peluang masif dari bisnis lisensi merek sebagai jalur strategis menuju peningkatan kinerja bisnis dan pertumbuhan berkelanjutan.”

Mempelajari dampak Teknologi dan cara membangun Strategi Waralaba yang Didukung Teknologi

FLAsia Conference juga memiliki dua sesi penting yang mengulas dinamika bisnis dan waralaba masa kini yang terdampak teknologi. Di sesi “Business Not as Usual,” Kok Ping Soon, CEO, Singapore Business Federation, membagikan perspektif tentang faktor-faktor utama yang mendorong kesuksesan bisnis.

Dia juga menawarkan strategi yang dapat ditindaklanjuti untuk mengatasi kendala, serta membangun perusahaan yang siap menghadapi masa depan di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan iklim operasional yang penuh tantangan.

Kok Ping Soon, Chief Executive Officer, Singapore Business Federation (SBF), berkata, “Dalam kondisi yang tak lazim, SBF telah mendukung anggota-anggota dengan merumuskan solusi agar mereka dapat bertransisi dengan cepat, mempertahankan kesinambungan usaha, serta beradaptasi terhadap perubahan di luar dugaaan. SBFT membekali anggota-anggota dengan wawasan dan keahlian melalui berbagai inisiatif, seperti meningkatkan internasionalisasi, inisiatif keberlanjutan, serta bekerja sama dengan beragam mitra untuk menghadirkan solusi digital penting bagi UKM.”

Sesi kedua, “The Tech Advantage: Why You Should Choose a Tech-Driven Franchise”, dipandu oleh Oliver Tian, Founder & Director, Oliver Tian Associates, akan mengupas bagaimana teknologi mengubah waralaba.

Baca Juga :   Validation Cloud Dapatkan Pendanaan Pertama Sebesar $5,8 Juta Untuk Mendorong Infrastruktur Web3

Sejumlah panelis seperti Jeremy Choong, Jayvoxx Holdings, Keith Tan, Crown Digital, serta Xiao Saunders, Xiao Saunders Consultation, akan berdiskusi seputar manfaat dari waralaba yang berorientasi pada teknologi, termasuk profit yang lebih besar, ekspansi yang lebih mudah, serta daya saing yang kian baik.

“Dengan waralaba yang berorientasi pada teknologi, pebisnis dapat memanfaatkan teknologi canggih guna mengoptimalkan kegiatan operasional dan meningkatkan pengalaman pelanggan,” ujar Keith Tan, CEO & Founder, Crown Digital Pte Ltd. “Misalnya, kami memadukan AI dan sistem robotik untuk mengembangkan barista robot Ella sebagai peluang waralaba berorientasi pada teknologi yang inovatif dan menjadi terobosan di segmen F&B. Ella mengubah pengalaman menikmati kopi lewat layanan konsisten, efisien, dan nirkontak, sesuai dengan kebutuhan konsumen modern. Dengan berinvestasi dalam waralaba yang berorientasi pada teknologi seperti Ella, penerima hak waralaba ikut memimpin inovasi, serta menggerakkan masa depan ritel otomatis di seluruh dunia.”

Selain sesi-sesi tersebut, para peserta dapat mengikuti diskusi interaktif dan lokakarya yang menyediakan wawasan lengkap tentang waralaba di Asia Tenggara.

Berinteraksi Langsung dengan Pemegang Hak Waralaba Baru dan Berpengalaman di Lokasi Acara

FLAsia 2024 memfasilitasi interaksi antara peserta yang berniat merintis bisnis dan pemegang hak waralaba. Dengan demikian, peserta dapat mengambil keputusan secara lebih baik. Pemegang hak waralaba yang tampil di FLAsia 2024 mencakup 60% waralaba baru di segmen kecantikan & wellness, pendidikan, makanan & minuman, kesehatan, dan ritel, seperti Angel’s Pizza dari Filipina; Café Bom Bom, EatPizza, dan Ediya Coffee dari Korea Selatan; 9.36 Wellness, Marrybrown, dan US Pizza dari Malaysia; Appzdate, Dian Xiao Er, Logiscool, Organique, dan Shenmo Education dari Singapura. Perusahaan waralaba yang kembali tampil dalam FLAsia 2024 adalah Fun Learner’s School, GoPizza, KC Group, Salady, The Jelly Heart, dan TungLok Group.