Scroll untuk baca artikel
Headline

ENTREV Dorong Infrastruktur Kendaraan Listrik Tumbuh Positif di 2025

0
×

ENTREV Dorong Infrastruktur Kendaraan Listrik Tumbuh Positif di 2025

Sebarkan artikel ini
Sepanjang tahun 2025, pengembangan infrastruktur kendaraan listrik di Indonesia menunjukkan laju yang kian positif. Hal tersebut merupakan upaya bersama dari berbagai stakeholder ekosistem kendaraan listrik, termasuk ENTREV sebagai program kolaborasi pemerintah dan UNDP untuk percepat transisi menuju kendaraan listrik (EV).

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – Pengembangan infrastruktur kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Indonesia menunjukkan pertumbuhan positif sepanjang 2025.

Capaian ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pemangku kepentingan, termasuk ENTREV, program kerja sama Pemerintah Indonesia dan UNDP yang berfokus mempercepat transisi menuju kendaraan listrik nasional.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan (Ditjen Gatrik) Kementerian ESDM, hingga Desember 2025 tercatat 4.778 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di 3.093 lokasi.

Selain itu, terdapat 1.907 unit Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) yang tersebar di jumlah lokasi yang sama per Juli 2025.

Baca Juga :   Produksi Minyak Pertamina Meningkat 10 Persen pada 2023

Capaian ini mencerminkan keseriusan pemerintah dan pelaku industri dalam mendukung target net zero emission 2060.

Peran ENTREV dalam Ekosistem EV

ENTREV berkontribusi melalui sejumlah pendekatan strategis, mulai dari penyusunan kerangka kebijakan ekosistem EV di tingkat nasional dan subnasional, pemasangan stasiun pengisian daya hibah di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Bali, hingga mendorong badan usaha membangun SPBKLU.

Baca Juga :   DLI Buka Akses Kuliah Global Deakin & Lancaster University di Indonesia

Program ini juga aktif melakukan edukasi publik dan mendorong inklusivitas dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik.

National Project Manager ENTREV, Nasrullah Salim atau Eriell Salim, menegaskan bahwa pertumbuhan infrastruktur EV harus berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

“Pengembangan infrastruktur kendaraan listrik bukan semata soal jumlah stasiun pengisian atau penukaran baterai, tetapi bagaimana seluruh ekosistem mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata.

ENTREV hadir untuk memastikan transisi menuju kendaraan listrik berjalan inklusif, terencana, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Baca Juga :   Electricity Connect 2025: Ajang Pameran Teknologi Rendah Emisi Termutakhir di Indonesia

Dorong Pemerataan dan Inklusivitas

ENTREV juga mendorong pemerataan pengembangan EV melalui peningkatan literasi publik, penguatan kapasitas pemangku kepentingan daerah, serta pelibatan sektor swasta dan komunitas.

Langkah ini ditujukan agar infrastruktur kendaraan listrik tidak hanya terkonsentrasi di wilayah tertentu, tetapi tumbuh merata dan berkeadilan.

“Kami percaya transisi menuju kendaraan listrik adalah perjalanan bersama. Infrastruktur yang dibangun dengan perencanaan matang dan kolaborasi kuat akan memberi manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang,” tutup Eriell.