Scroll untuk baca artikel
Finansial

Dorong Ketangguhan Kesehatan dan Keuangan, Manulife dan Forum Ekonomi Dunia Luncurkan Prospering in Longevity Challenge

22
×

Dorong Ketangguhan Kesehatan dan Keuangan, Manulife dan Forum Ekonomi Dunia Luncurkan Prospering in Longevity Challenge

Sebarkan artikel ini
Manulife

BISNISASIA.CO.ID, TORONTO – Manulife bersama Forum Ekonomi Dunia (Forum) telah meluncurkan Prospering in Longevity Challenge melalui UpLink, platform inovasi open source milik Forum. Kemitraan jangka panjang antara Manulife dan UpLink ini diumumkan awal tahun ini saat Pertemuan Tahunan Forum di Davos, dan Prospering in Longevity Challenge adalah yang pertama dari tiga tantangan inovasi yang dirancang untuk membantu membentuk masa depan inovasi dalam umur panjang dan investasi di bidang ini.

Manulife dan Forum mengundang perusahaan rintisan global untuk berpartisipasi dalam tantangan ini jika mereka memiliki solusi kesehatan preventif dan solusi kesejahteraan finansial yang inovatif. Mereka mencari peserta yang berkomitmen untuk membantu masyarakat dari semua generasi untuk berkembang sambil menikmati ketangguhan finansial dan umur panjang yang memuaskan. Aplikasi dapat diajukan mulai hari ini hingga 22 Juli 2024. Rincian lengkap proyek, termasuk kriteria kelayakan dan jadwal, dapat ditemukan di laman tantangan di sini.

“Pada tahun 2050, populasi dunia yang berusia di atas 65 tahun diperkirakan akan meningkat dua kali lipat menjadi 1,6 miliar, menciptakan tantangan kesehatan dan kekayaan yang signifikan bagi planet kita,” kata Sarah Chapman, Global Chief Sustainability Officer Manulife. “Kami bermitra dengan Forum Ekonomi Dunia dan UpLink karena kami berbagi rasa urgensi yang sama untuk menemukan solusi inklusif dan mudah diakses guna membantu penduduk dunia hidup lebih lama, lebih sehat, dan lebih baik.”

Meskipun saat ini manusia hidup lebih lama daripada generasi sebelumnya, ini tidak selalu berarti peningkatan kualitas hidup. Rata-rata, sekitar 50 persen hidup manusia mengalami penurunan kesehatan, termasuk 12 persen dengan kondisi kesehatan yang buruk.

Seiring bertambahnya usia populasi, faktor-faktor seperti ketangguhan finansial dan literasi finansial, penuaan yang sehat, pengembangan keahlian generasi, hubungan sosial, serta kesenjangan umur panjang berdasarkan gender, ras, dan kelas akan menjadi sangat penting untuk memastikan masa depan yang lebih berkelanjutan dan lebih sehat – dan kita harus bertindak sekarang.

Baca Juga :   Juara di All England dan BAC, BNI Apresiasi dan Dukung Tim Thomas & Uber Cup Indonesia

Tema Longevity Challenge pertama adalah:

  • Memperkuat ketangguhan finansial untuk hidup lebih lama,yang akan menciptakan solusi yang menyediakan akses ke berbagai sarana untuk meningkatkan ketangguhan finansial, misalnya mendukung keputusan keuangan yang lebih baik, kemampuan menabung, aplikasi keuangan yang berfokus pada perilaku.
  • Menggunakan pendekatan preventif bagi layanan kesehatan, untuk menyediakan solusi yang bertujuan meningkatkan kesehatan fisik dan mental dengan pendekatan preventif terhadap layanan kesehatan, misalnya deteksi dan intervensi faktor risiko dini, pelacak gaya hidup, akses ke perawatan medis virtual.

“Inovasi adalah kunci untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan selambatnya tahun 2030. Melalui kemitraan dengan Manulife, kami berkomitmen untuk mencari dan meningkatkan solusi inovatif yang memperkuat ketangguhan finansial jangka panjang dan menerapkan pendekatan preventif terhadap layanan kesehatan,” kata John Dutton, Pimpinan UpLink, Forum Ekonomi Dunia. “Kerja sama ini akan menyediakan akses ke berbagai sarana untuk meningkatkan ketangguhan finansial dan menyediakan solusi guna meningkatkan kesehatan fisik dan mental.”

Baca Juga :   Cetak Pertumbuhan Kredit di Tengah Dinamika Global, UMKM dan Konsumer jadi Mesin Pertumbuhan Baru BNI

Kemitraan jangka panjang ini dilakukan berdasarkan kemitraan antara Manulife dan UpLink WEF dalam melaksanakan tantangan inovasi guna mendorong solusi berbasis alam terhadap perubahan iklim di dua bidang utama pada tahun 2023. Yang pertama berfokus untuk menemukan solusi inovatif di seluruh rantai nilai kehutanan berkelanjutan, sedangkan yang kedua adalah untuk melahirkan inovasi guna meningkatkan hubungan antara kesehatan bumi dan kesehatan manusia. 21 perusahaan rintisan kewirausahaan ramah lingkungan menyediakan model inovatif dan terukur untuk pengelolaan hutan lestari, dan beberapa perusahaan rintisan lain juga memenangkan tantangan ini. (saf)