Scroll untuk baca artikel
Otomotif

Ceperkan Mobil Lewat Pemotongan Per, Ini 4 Bahayanya

20
×

Ceperkan Mobil Lewat Pemotongan Per, Ini 4 Bahayanya

Sebarkan artikel ini
Mobil ceper

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – Menceperkan mobil adalah salah satu modifikasi yang tetap digandrungi hingga hari ini.

Lewat cari penggantian shockbreaker atau per yang lebih kompetitif, akan ada pengurangan sekitar 2 hingga 3 jari.

Bahkan sejak dulu, terjadi substitusi shockbreaker dari mobil lain yang lebih rendah tingginya, atau hal yang lebih ekstrem yaitu pemotongan per.

Tujuan utamanya adalah mengejar tampilan lebih keren secara visual.

Pertama, membuat dengan jarak antara roda dan fender lebih menempel.

Kedua, bodi bawah mobil mejadi lebih dekat dengan aspal.

Saat ini tercatat, menceperkan mobil lewat aplikasi suspensi udara (air suspension), coilover, sport kit/lowering kit, hingga salah satu cara paling murah dan cepat, ya itu tadi, potong per.

Baca Juga :   Hankook Siap Memulai Seri Keempat Formula E di São Paulo, Brasil

Potong per sendiri dinilai murah karena tidak perlu membeli komponen baru, hanya perlu melepas per standar mobil dan dipotong agar lebih pendek.

Namun hal ini seringkali membawa lebih banyak dampak negatif daripada dampak positif.

PT Hyundai Mobil Indonesia mengingatkan dampaknya sebagai berikut:

1. Keras

Ketika per dipotong, akan terjadi perubahan pada spring rate. Spring rate pada mobil berkaitan dengan tinggi dari per, misalnya rating 40 kg/cm. Artinya, perlu beban 40 kg untuk menurunkan per sebanyak 1 cm. Ketika dipotong, spring rate ini akan tidak sama lagi. Alhasil, mobil menjadi tidak nyaman dan bisa jadi berbahaya.

Baca Juga :   Hyundai Tampilkan SEVEN Concept di IIMS 2024, Ini Penampakannya

2. Limbung

Ketika per dipotong, ada kemungkinan pengendalian mobil akan berkurang, bahkan mobil seringkali limbung ketika pernya sudah dipotong. Apalagi karena per potong tidak diriset dengan baik dan berbeda jauh dengan lowering kit yang seringkali sudah melewati tahap riset mendalam.

3. Shockbreaker

Ketika per sudah dipotong, maka jarak travel (pergerakan) dari shockbreaker akan berkurang. Akibatnya shockbreaker pun akan sering mentok. Hal ini dapat mengurangi usia shockbreaker dan dapat menyebabkan kerusakan seperti shockbreaker bocor.

Baca Juga :   CATL dan Beijing Hyundai Kerja Sama Pengembangan Baterai EV

4. Sulit Balik Standar

Ketika per bawaan sudah dipotong, maka mobil tidak bisa dikembalikan standar lagi, berbeda dengan membeli lowering kit atau per pengganti. Satu-satunya cara membuat suspensi menjadi standar adalah membeli per asli yang tidak dipotong dan dalam kondisi baik.

Karena 4 alasan tersebut, PT Hyundai Mobil Indonesia tidak menyarankan untuk memotong per mobil Hyundai kesayangan. Anda akan kehilangan rasa berkendara yang asyik dan nyaman khas Hyundai.  (hyundaimobil.co.id/tch)