Scroll untuk baca artikel
Headline

Bakti BCA Gelar Pembinaan Warna Alam Bagi 50 Penenun Sumba Timur

18
×

Bakti BCA Gelar Pembinaan Warna Alam Bagi 50 Penenun Sumba Timur

Sebarkan artikel ini
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) bersama Perkumpulan Warna Alam Indonesia (WARLAMI) secara simbolis memulai pembinaan wastra warna alam bagi 50 penenun dari 5 desa dan kelurahan di Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pembinaan ini merupakan bentuk dukungan perusahaan terhadap pelestarian budaya sekaligus pengembangan ecofashion wastra warna alam di bumi Sumba Timur.
BISNISASIA.CO.ID, SUMBA – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) bersama Perkumpulan Warna Alam Indonesia (WARLAMI) secara simbolis memulai pembinaan wastra warna alam bagi 50 penenun dari 5 desa dan kelurahan di Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pembinaan ini merupakan bentuk dukungan perusahaan terhadap pelestarian budaya sekaligus pengembangan ecofashion wastra warna alam di bumi Sumba Timur.

Puluhan penenun dari Kelurahan Kawangu, Kelurahan Watumbaka, Desa Kambatatana, Desa Persiapan Praiklimbatu, dan Desa Persiapan Wukukalara akan mengikuti pembinaan yang dijadwalkan berlangsung selama 6 bulan ke depan. Pembinaan terhadap para penenun telah dimulai dengan fase persiapan dan perencanaan teknis pada pertengahan April.

Pembinaan yang dilakukan BCA melalui Bakti BCA dan WARLAMI bertujuan mengembalikan tradisi wastra warna alam di Sumba Timur. “Melalui program pembinaan ini, kami berharap dapat memacu gairah komunitas penenun di Sumba Timur untuk kembali memproduksi wastra warna alam. Selain menghidupkan kembali tradisi yang tergerus zaman, wastra warna alam memiliki nilai ekonomi lebih tinggi seiring meningkatnya tren ecofashion saat ini. Wastra warna alam dapat menjadi katalis peluang ekonomi bagi masyarakat Sumba Timur,” pungkas EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn.

Kain tenun bukan produk kerajinan yang asing bagi masyarakat Sumba Timur. Kendati begitu, penggunaan warna alam dalam proses penciptaannya kian luntur seiring waktu berjalan. Selain produksinya yang panjang, pewarna alam dianggap lebih sulit pembuatannya ketimbang pewarna sintetis. Keadaan itulah yang menyebabkan rendahnya pamor warna alam di kalangan pengrajin tenun.

Salah satu peserta pembinaan wastra warna alam di Sumba Timur yang antusias mengikuti kegiatan ini adalah Padu Ata Ndima. Wanita dari Desa Kambatatana ini senang mengikuti pelatihan yang diselenggarakan BCA dan WARLAMI karena memperoleh ilmu baru mengenai warna alam untuk wastra.

“Pelatihan ini bermanfaat buat kami yang menenun dan kami mendapatkan ilmu baru mengenai pewarna alam. Memang, kami sudah biasa dengan pewarna alam. Akan tetapi, kami bisa mendapatkan wawasan warna alam yang berbeda dari pelatihan bersama BCA ini. Ke depannya, kami berharap BCA dapat membantu memasarkan kain-kain tenun kami. Terima kasih BCA karena sudah mengadakan pelatihan ini, sehingga ke depannya kami dapat melanjutkan semangat ini guna memperoleh hasil lebih bagus,” kata Padu Ata Ndima.

Baca Juga :   BCA Dinobatkan Sebagai Brand Perbankan Terkuat di Dunia oleh Brand Finance

Bakti BCA bersama WARLAMI berupaya mengembalikan tradisi tenun warna alam seiring meningkatnya potensi perkembangan industri fesyen berwawasan lingkungan. Researchandmarket.com (2019) menghitung nilai pasar pewarna alam dunia dapat mencapai US$5 miliar pada 2024 dengan pertumbuhan per tahun sekitar 11% sepanjang 2018-2024. Tren pasar yang semakin memperhitungkan dampak lingkungan dalam proses produksi menjadi pendorong utama popularitas pewarna alam.

“Pembinaan pewarna alam bukan sesuatu yang baru bagi Masyarakat Sumba Timur. Peran kami hanya menyegarkan kembali ingatan mereka tentang segala manfaat penggunaan warna alam bagi wastra yang mereka produksi. Alam di Sumba Timur sejatinya memiliki potensi besar untuk budi daya bahan pewarna alam yang dapat menopang keberlangsungan tradisi tenun warna alam,” ujar Ketua WARLAMI Myra Widiono.

Baca Juga :   Tesla Dikabarkan PHK 10 Persen Karyawannya

Pelatihan yang diselenggarakan Bakti BCA dan WARLAMI merupakan salah satu wujud komitmen perseroan memberi dampak positif bagi masyarakat. BCA percaya bahwa pemberdayaan komunitas secara optimal akan berdampak positif pada kelestarian ekosistem. Hal tersebut akan menciptakan siklus yang saling berpengaruh untuk menciptakan kehidupan lebih baik lagi.

Pada 2022 lalu, Bakti BCA bersama WARLAMI menggelar pembinaan serupa kepada 28 penenun dari Desa Nekemunifeto, Bisene, Biloto, Kuanfatu, Nikiniki, Tuataum, dan Kuale’u  dari Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT. Selain itu, Februari lalu Bakti BCA juga telah merampungkan pembinaan tahap pertama kepada 15 pegiat warna alam dari Baduy, Desa Kanekes, Lebak, Banten.