BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – Pertumbuhan penjualan mobil baru di Indonesia berpotensi menjadi sumber pasokan baru bagi pasar mobil bekas dalam beberapa tahun ke depan. Melihat peluang tersebut, PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) memperkuat integrasi ekosistem bisnis mobil bekas yang mencakup lelang, penjualan ritel, hingga layanan pegadaian kendaraan.
ASLC yang menaungi bisnis lelang melalui JBA Indonesia, penjualan ritel mobil bekas lewat Caroline.id, serta pegadaian melalui MotoGadai menilai meningkatnya jumlah mobil baru akan menciptakan siklus pasokan kendaraan bekas yang lebih besar.
Presiden Direktur ASLC Jany Candra mengatakan konsumen yang membeli mobil baru umumnya memiliki kendaraan lama yang kemudian masuk ke pasar sekunder. Di sisi lain, mobil baru yang saat ini beredar juga pada akhirnya akan menjadi bagian dari pasar mobil bekas.
“Pertumbuhan jumlah mobil baru yang kuat menunjukkan potensi peningkatan pasokan mobil bekas di masa mendatang. Konsumen yang membeli mobil baru umumnya akan menjual kendaraan lamanya, sementara mobil baru yang beredar saat ini pada akhirnya juga akan masuk ke pasar mobil bekas. Oleh karena itu, ASLC akan semakin fokus memperkuat integrasi ekosistem bisnis mobil bekas yang dimiliki,” ujar Jany dalam keterangan tertulis, Rabu (1/10/2026).
Strategi tersebut dijalankan dengan memperkuat masing-masing lini bisnis sekaligus menghubungkannya dalam satu ekosistem. Langkah ini diharapkan dapat membantu perseroan menangkap peluang dari rantai perdagangan kendaraan bekas, mulai dari akuisisi kendaraan hingga penjualan kepada konsumen.
JBA Perluas Jangkauan ke Indonesia Timur
Pada bisnis lelang, JBA membuka cabang baru di Manado pada kuartal II/2026. Ekspansi tersebut menjadi bagian dari strategi ASLC untuk memperluas jangkauan layanan, khususnya di wilayah Indonesia Timur.
Pembukaan cabang juga dilakukan untuk mengantisipasi pertumbuhan pasar mobil bekas yang diperkirakan lebih tinggi dibandingkan penjualan mobil baru.
Dengan jaringan lelang yang semakin luas, ASLC dapat memperbesar akses terhadap sumber kendaraan sekaligus membuka peluang menjangkau pasar kendaraan bekas di wilayah yang sebelumnya belum terlayani secara optimal.
Caroline.id Perkuat Branding Digital
Sementara itu, pada segmen ritel, ASLC terus memperkuat merek Caroline.id melalui strategi pemasaran digital dan kolaborasi dengan brand ambassador.
Strategi tersebut diarahkan untuk memperjelas posisi Caroline.id di pasar, membuat kampanye digital lebih tepat sasaran, serta menyederhanakan pengalaman konsumen dalam melakukan transaksi jual beli kendaraan.
ASLC juga mengoptimalkan belanja pemasaran berbasis data sehingga aktivitas promosi dapat diarahkan berdasarkan perilaku dan kebutuhan konsumen.
Penguatan kanal digital tersebut menjadi bagian dari strategi omnichannel perseroan untuk menjangkau konsumen mobil bekas yang semakin terbiasa mencari informasi, membandingkan kendaraan, hingga memulai proses transaksi melalui kanal digital.
Pendapatan ASLC Tumbuh 31,9%
Strategi penguatan ekosistem tersebut mulai tercermin dalam kinerja keuangan perseroan. Pada semester I/2026, pendapatan ASLC tercatat sebesar Rp590 miliar, meningkat 31,9% secara tahunan (year on year/yoy).
Pada periode yang sama, perseroan membukukan laba sebesar Rp8,9 miliar.
Caroline.id menjadi salah satu kontributor utama pendapatan ASLC. Penjualan melalui bisnis ritel mobil bekas tersebut mencapai Rp493 miliar pada semester I/2026, melonjak 57,4% dibandingkan Rp313 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kinerja tersebut menunjukkan peran bisnis ritel dalam menopang pertumbuhan ASLC sekaligus menjadi alasan perseroan terus mengembangkan strategi pemasaran dan distribusi untuk Caroline.id.
Ke depan, ASLC tidak hanya mengandalkan bisnis mobil bekas, tetapi juga menyiapkan sejumlah lini usaha sebagai sumber pertumbuhan baru.
“Ke depan, ASLC akan terus memperkuat ekosistem bisnis mobil bekas, mengoptimalkan strategi omnichannel, serta mengembangkan bisnis MotoGadai di layanan gadai dan ASLI (PT Autopedia Sukses Lelang Indonesia) di segmen lelang non-kendaraan sebagai sumber pertumbuhan baru,” tutup Jany.











