Scroll untuk baca artikel
Finansial

LD FEB UI dan Kredivo Segera Rilis Studi Dampak Kredit Digital

2
×

LD FEB UI dan Kredivo Segera Rilis Studi Dampak Kredit Digital

Sebarkan artikel ini
Foto Pendukung 2 - LD FEB UI dan Kredivo Group Segera Rilis Studi Dampak Kredit Digital terhadap Perekonomian Indonesia

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) bersama Kredivo Group akan meluncurkan studi mengenai dampak sosial dan ekonomi layanan kredit digital terhadap masyarakat dan perekonomian Indonesia.

Studi yang akan dituangkan dalam Laporan Dampak Sosial dan Ekonomi Kredivo tersebut mengkaji kontribusi layanan PayLater Kredivo dan Pinjaman Tunai dari KrediFazz terhadap perluasan akses kredit, perilaku finansial masyarakat, pemberdayaan UMKM, serta aktivitas ekonomi yang lebih luas.

Studi ini hadir di tengah masih besarnya tantangan akses pembiayaan di Indonesia. Kepemilikan rekening bank memang meningkat dari 36% menjadi 56% dalam 10 tahun terakhir. Namun, penetrasi kredit formal justru turun dari 18% pada 2017 menjadi 15% pada 2024.

Di sisi lain, kesenjangan pembiayaan UMKM nasional masih mencapai Rp1.290 triliun. Kondisi tersebut menunjukkan masih adanya kebutuhan pembiayaan yang belum sepenuhnya terjangkau oleh layanan keuangan konvensional.

Baca Juga :   Perkuat Jejak Global dan Visi Poros Maritim Dunia, Indonesia Maritime Week 2025 Resmi Digelar

Wakil Kepala Bidang Penelitian dan Pelatihan LD FEB UI Paksi Walandouw mengatakan studi tersebut bertujuan memberikan perspektif berbasis bukti mengenai peran kredit digital dalam konteks sosial dan ekonomi Indonesia.

“Di tengah pertumbuhan industri yang pesat dan diskursus publik yang berkembang, perspektif berbasis bukti menjadi penting untuk melihat bagaimana kredit digital benar-benar bekerja dalam konteks sosial ekonomi Indonesia,” ujar Paksi.

Menurut dia, ketika layanan kredit digital telah digunakan secara luas oleh masyarakat, dampaknya perlu dilihat tidak hanya dari pertumbuhan industri, tetapi juga dari pengaruhnya terhadap kehidupan ekonomi masyarakat sehari-hari.

Sejumlah temuan awal dalam studi menunjukkan penggunaan kredit digital semakin beragam. Pada 2025, sekitar 54% kredit yang disalurkan melalui Kredivo masuk kategori produktif, antara lain untuk modal usaha, renovasi rumah, pendidikan, dan kesehatan.

Baca Juga :   QNB Umumkan Kesuksesan Pendanaan Ulang Fasilitas Pinjaman Berjangka

Dari sisi inklusi keuangan, satu dari enam pengguna aktif Kredivo pada 2025 merupakan pengakses kredit pertama. Kelompok tersebut didominasi pengguna yang selama ini relatif kurang terjangkau layanan kredit formal, dengan 48% di antaranya perempuan dan 57% berusia di bawah 30 tahun.

Pada segmen UMKM, sebanyak 97% penerima pinjaman modal usaha merupakan pelaku usaha mikro. Sekitar 40% di antaranya memperoleh akses kredit formal pertama melalui Kredivo.

Chief Marketing Officer Kredivo Indina Andamari mengatakan temuan tersebut baru menggambarkan sebagian dari perubahan yang terjadi selama satu dekade terakhir.

“Sepuluh tahun lalu, Kredivo hadir untuk membantu menjawab kesenjangan akses kredit di Indonesia. Seiring waktu, layanan kami berkembang dari membuka akses pembiayaan menjadi bagian dari perjalanan finansial jutaan masyarakat,” katanya.

Menurut Indina, studi tersebut diharapkan memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai kontribusi kredit digital sekaligus menjadi masukan bagi Kredivo untuk mengembangkan layanan yang relevan dan inklusif bagi masyarakat.

Baca Juga :   BI Optimis Stabilitas Sistem Keuangan Terus Terjaga

Studi dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan melibatkan ratusan pengguna serta puluhan pelaku UMKM di berbagai provinsi. Analisis juga didukung oleh data internal Kredivo dan sejumlah data sekunder.

Hasil lengkap studi tersebut akan dipublikasikan melalui Laporan Dampak Sosial dan Ekonomi Kredivo yang dijadwalkan diluncurkan pada 10 September 2026.

Laporan itu diharapkan dapat menjadi salah satu referensi bagi pemangku kepentingan dalam memahami peran kredit digital berdasarkan bukti empiris.

Dengan demikian, pembahasan mengenai industri kredit digital tidak hanya mencakup pertumbuhan industri dan risiko konsumsi, tetapi juga kontribusinya terhadap inklusi keuangan, aktivitas ekonomi, dan akses pembiayaan masyarakat maupun UMKM.