BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA — PT Sinarmas Asset Management (Sinarmas AM) memperluas lini bisnisnya ke industri dana pensiun dengan meluncurkan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Sinarmas Asset Management. Perusahaan menargetkan dana kelolaan sebesar Rp150 miliar dan 15.000 peserta hingga akhir 2026 melalui layanan berbasis digital.
Peluncuran DPLK tersebut dilakukan di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (3/7). Kehadiran DPLK Sinarmas AM menjadi langkah baru di industri karena merupakan dana pensiun lembaga keuangan pertama di Indonesia yang didirikan oleh perusahaan manajer investasi.
Direktur Utama Sinarmas Asset Management Alex Setyawan W.K. mengatakan pembentukan DPLK merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas layanan investasi jangka panjang sekaligus mendukung peningkatan inklusi keuangan di Indonesia.
Menurutnya, digitalisasi menjadi pendekatan utama untuk memperluas akses masyarakat terhadap produk dana pensiun, khususnya bagi generasi muda dan pekerja nonformal yang selama ini belum banyak terjangkau program pensiun.
“Sebagai manajer investasi pertama yang mendirikan DPLK, kami ingin menghadirkan layanan dana pensiun berbasis digital yang lebih mudah diakses dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini,” ujar Alex.
Peluncuran DPLK Sinarmas AM juga sejalan dengan arah kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mendorong transformasi industri dana pensiun melalui penguatan tata kelola, digitalisasi layanan, peningkatan kepesertaan, serta pengembangan investasi jangka panjang.
Ketua Pengurus DPLK Sinarmas AM Stephanus Rudi Ok. mengatakan perusahaan menawarkan layanan yang dapat diakses sepenuhnya melalui platform digital SimPensiun. Melalui aplikasi tersebut, peserta dapat melakukan pendaftaran, memantau saldo, memilih instrumen investasi hingga mengajukan pencairan manfaat pensiun secara daring.
Perusahaan menetapkan setoran awal mulai Rp50.000 per bulan dengan sasaran pekerja formal, pekerja informal, pelaku usaha, pekerja lepas, hingga kreator konten.
Selain Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP) bagi peserta individu dan institusi, DPLK Sinarmas AM juga menyediakan layanan Dana Kompensasi Pascakerja (DKPK), pembayaran manfaat pensiun berkala, serta program dana pendidikan.
Langkah tersebut dilakukan di tengah masih rendahnya tingkat kepesertaan dana pensiun di Indonesia. Mengacu pada Peta Jalan Pengembangan dan Penguatan Dana Pensiun Indonesia 2024–2028, tingkat densitas industri dana pensiun pada akhir 2023 baru mencapai 18,94% dari sekitar 147,7 juta angkatan kerja.
Sinarmas AM menilai rendahnya partisipasi tersebut menunjukkan masih besarnya potensi pertumbuhan industri dana pensiun, terutama dari segmen pekerja informal dan generasi muda yang belum memiliki perencanaan keuangan untuk masa pensiun.
Untuk mendukung ekspansi tersebut, perusahaan akan memanfaatkan jaringan distribusi digital serta kerja sama dengan berbagai mitra pemasaran. Target awal perusahaan pada 2026 adalah menghimpun aset kelolaan Rp150 miliar dengan 15.000 peserta.
DPLK Sinarmas Asset Management telah memperoleh izin pendirian dari OJK melalui Surat Keputusan Nomor KEP-39/D.05/2026 tertanggal 5 Juni 2026. Adapun per Februari 2026, Sinarmas Asset Management mencatatkan aset kelolaan (asset under management/AUM) sebesar Rp64,8 triliun dari 34 produk investasi serta didukung 23 kantor cabang di Indonesia.











