BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – Anggota Komisi VI DPR RI, Herman Khaeron, menilai penerapan transparansi dan tata kelola yang baik oleh PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life) menjadi faktor penting dalam memperkuat kepercayaan publik terhadap industri asuransi jiwa nasional.
Ia menekankan bahwa pengawasan terhadap IFG Life telah dilakukan sejak perusahaan tersebut berdiri pada 2020, mengingat perannya yang strategis dalam ekosistem industri keuangan, khususnya sebagai bagian dari holding BUMN asuransi, penjaminan, dan investasi.
“Kami mengawasi IFG Life sejak berdiri. Ini menggembirakan karena persoalan-persoalan lama sudah selesai. Sekarang bahkan IFG Life sudah mencatatkan untung,” ujar Herman dalam acara Kompas.com Talks di Jakarta.
Tata Kelola dan Transparansi Jadi Kunci
Menurut Herman, transparansi dan akuntabilitas merupakan prinsip utama yang harus dijalankan oleh seluruh pelaku industri asuransi. Ia menilai IFG Life telah menunjukkan perbaikan tata kelola dari hulu hingga hilir.
Perbaikan tersebut dinilai mulai berdampak positif terhadap kepercayaan publik. Selain mampu mempertahankan pemegang polis eksisting, perusahaan juga mulai menarik nasabah baru.
Realisasi Klaim Perkuat Kepercayaan
Selain aspek tata kelola, Herman juga menyoroti komitmen perusahaan dalam memenuhi kewajiban kepada pemegang polis. Sepanjang 2025, IFG Life telah merealisasikan pembayaran klaim dan manfaat asuransi sebesar Rp6,3 triliun kepada lebih dari 480.000 peserta.
Capaian ini dinilai mencerminkan upaya perusahaan dalam memberikan perlindungan berkelanjutan bagi nasabah.
DPR Dorong Penguatan Regulasi
Lebih lanjut, DPR RI juga mendorong penguatan industri melalui percepatan pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (PPSK).
Herman berharap regulasi tersebut dapat memperkuat perlindungan pemegang polis sekaligus mendorong pertumbuhan industri asuransi yang sehat dan berkelanjutan.
“Tentu inilah yang akan kita tuju bersama, agar akhirnya asuransi kuat berkembang, berkelanjutan, dan memperkuat ekonomi nasional,” ujarnya.











