Scroll untuk baca artikel
Teknologi

MediaTek Gandeng Starlink Hadirkan Layanan Satelit Darurat di Ponsel

3
×

MediaTek Gandeng Starlink Hadirkan Layanan Satelit Darurat di Ponsel

Sebarkan artikel ini
Di Mobile World Congress 2026, MediaTek mendemonstrasikan layanan Starlink Mobile pada perangkat yang ditenagai oleh MediaTek M90, modem 5G pertama di dunia dengan teknologi satelit bawaan (built-in). Fitur Direct to Cell memanfaatkan S-Band untuk memastikan pengguna dapat menggunakan perangkat mobile untuk menerima informasi kedaruratan secara tepat waktu, di mana saja di seluruh dunia. Kolaborasi ini diterapkan untuk layanan WEA di Amerika Serikat, Kanada, dan Jepang, dan lebih dari 4,4 juta orang telah terhubung ke Starlink Mobile selama keadaan darurat

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – Perusahaan teknologi semikonduktor global MediaTek menggandeng Starlink untuk menghadirkan layanan komunikasi satelit yang memungkinkan perangkat seluler menerima pemberitahuan darurat secara langsung melalui jaringan satelit.

Kolaborasi ini bertujuan memperluas akses masyarakat terhadap informasi penting saat terjadi bencana alam atau situasi darurat lainnya. Dengan teknologi ini, pengguna ponsel dapat menerima pesan dari sistem peringatan resmi seperti Commercial Mobile Alert System (CMAS), Wireless Emergency Alerts (WEA), dan Earthquake and Tsunami Warning System (ETWS).

Dalam ajang teknologi global Mobile World Congress 2026, MediaTek mendemonstrasikan layanan Starlink Mobile pada perangkat yang menggunakan modem 5G terbaru mereka, yaitu MediaTek M90 modem.

Baca Juga :   Dunia Cetak Sejarah: Uji Coba 5G-Advanced Rel-19 via Satelit OneWeb

Modem ini disebut sebagai modem 5G pertama di dunia yang memiliki teknologi konektivitas satelit bawaan (built-in satellite capability). Teknologi tersebut memungkinkan perangkat seluler terhubung langsung dengan jaringan satelit untuk menerima informasi penting ketika jaringan seluler konvensional tidak tersedia.

Layanan ini memanfaatkan fitur Direct to Cell yang bekerja melalui spektrum S-Band. Dengan pendekatan tersebut, pengguna ponsel tetap dapat menerima notifikasi darurat secara cepat dan akurat di berbagai wilayah, termasuk area dengan keterbatasan jaringan seluler.

Baca Juga :   Simak 3 Tips Optimalkan Galaxy AI Bahasa Indonesia, Bikin Hidup Makin Praktis

Saat ini, implementasi layanan tersebut telah diterapkan untuk sistem peringatan WEA di Amerika Serikat, Kanada, dan Jepang. Tercatat lebih dari 4,4 juta pengguna telah terhubung dengan layanan Starlink Mobile selama situasi darurat.

Corporate Senior Vice President sekaligus General Manager Wireless Communication Business Unit MediaTek, JC Hsu, mengatakan kolaborasi ini bertujuan memperluas akses terhadap sistem peringatan darurat global.

Menurutnya, integrasi teknologi satelit MediaTek dengan jaringan satelit Starlink dapat membantu menutup kesenjangan cakupan jaringan seluler yang sering terjadi saat bencana.

Baca Juga :   Hisense Kenalkan TV ULED MiniLED U7 Series, Pengalaman Menonton dan Main Gim

“Dengan menggabungkan teknologi satelit kami dengan jaringan Starlink, lebih banyak orang dapat menerima peringatan darurat yang penting untuk keselamatan jiwa dalam situasi kritis,” ujarnya.

Ia menambahkan, solusi tersebut juga menjadi langkah penting menuju implementasi komersial teknologi NR-NTN (Non-Terrestrial Network) yang telah distandarisasi untuk komunikasi satelit pada jaringan 5G.

Melalui pengembangan teknologi ini, MediaTek menargetkan ekosistem perangkat seluler di masa depan dapat menghadirkan konektivitas yang lebih andal, bahkan dalam kondisi darurat ketika jaringan komunikasi konvensional tidak dapat digunakan.