Scroll untuk baca artikel
Industri

5 Mindset Penting agar UMKM Naik Kelas

2
×

5 Mindset Penting agar UMKM Naik Kelas

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI UMKM - - Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) masih menjadi tulang punggung perekonomian nasional dengan kontribusi lebih dari 60% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Namun, sekitar 99% pelaku usaha masih berada di level mikro, termasuk mayoritas UMKM perempuan yang menghadapi berbagai tantangan struktural

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) masih menjadi tulang punggung perekonomian nasional dengan kontribusi lebih dari 60% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Namun, sekitar 99% pelaku usaha masih berada di level mikro, termasuk mayoritas UMKM perempuan yang menghadapi berbagai tantangan struktural.

Kesenjangan literasi keuangan dan digital, keterbatasan akses pembiayaan, hingga minimnya peran dalam pengambilan keputusan ekonomi menjadi sejumlah hambatan yang masih dihadapi.

Meski demikian, sejumlah pelaku UMKM perempuan mampu membuktikan diri berkembang dan naik kelas. Dari pengalaman mereka, terdapat sejumlah pola pikir (mindset) kunci yang menjadi fondasi pertumbuhan usaha.

Adaptif terhadap Perubahan dan Teknologi

Pelaku UMKM dituntut untuk cepat beradaptasi, terutama di era digital. Teknologi kini menjadi kebutuhan utama dalam mengembangkan usaha.

Baca Juga :   Dorong Kopi dan Kakao Tembus Pasar Dunia, Surveyor Indonesia dan Dimitra Hadirkan Teknologi untuk Petani

Pemanfaatan media sosial, platform e-commerce, hingga teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) dapat meningkatkan efisiensi sekaligus memperluas pasar. Digitalisasi bahkan disebut mampu meningkatkan omzet UMKM secara signifikan.

Terus Belajar dan Mengembangkan Diri

Mengikuti pelatihan dan program pemberdayaan menjadi langkah penting dalam meningkatkan kapasitas bisnis. Selain menambah wawasan, pelaku usaha juga dapat memperluas jaringan dan mendapatkan akses ke mentor.

Pendekatan ini dinilai mampu membantu pelaku UMKM mengelola usaha secara lebih strategis dan berkelanjutan.

Bangun Jejaring untuk Perluas Peluang

Relasi menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan usaha. Keterlibatan dalam komunitas, bazar, maupun program inkubasi dapat membuka peluang pasar baru hingga kolaborasi bisnis.

Baca Juga :   BCA Gelar Program Inkubasi UMKM Go Export 2025, Dorong Pelaku Usaha Menembus Pasar Global

Jejaring yang kuat juga membantu pelaku UMKM mendapatkan dukungan dan inspirasi dari sesama pelaku usaha.

Ciptakan Dampak Lebih Luas

UMKM tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga dapat memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi lingkungan sekitar.

Mulai dari membuka lapangan kerja, memberdayakan komunitas lokal, hingga mengusung praktik ramah lingkungan menjadi nilai tambah yang dapat memperkuat posisi usaha.

Konsisten dan Tekun Jalankan Usaha

Ketekunan dan konsistensi menjadi faktor utama dalam keberhasilan UMKM. Banyak pelaku usaha memulai dari keterbatasan, namun mampu berkembang melalui komitmen untuk terus belajar dan beradaptasi.

Baca Juga :   Trinasolar Terbitkan Laporan Keberlanjutan 2023

Konsistensi dalam menjaga kualitas produk dan layanan menjadi kunci untuk mempertahankan keberlanjutan usaha.

Program Pemberdayaan Kembali Dibuka

Untuk mendorong UMKM perempuan naik kelas, DANA bersama Ant International Foundation kembali menghadirkan program SisBerdaya dan DisBerdaya 2026.

Program ini menargetkan partisipasi hingga 6.000 pelaku UMKM di seluruh Indonesia. Peserta akan mendapatkan pelatihan, pendampingan, hingga kesempatan mengikuti bazar sebagai bagian dari pengembangan usaha.

Pendaftaran dibuka pada 1–28 April 2026 bagi pelaku UMKM perempuan yang telah menjalankan usaha minimal enam bulan, dengan kategori pendapatan Rp1–30 juta per bulan.