Scroll untuk baca artikel
Industri

Targetkan Net Zero Emission, CLEO Pangkas Hampir 16 Ribu Ton Emisi CO2e

0
×

Targetkan Net Zero Emission, CLEO Pangkas Hampir 16 Ribu Ton Emisi CO2e

Sebarkan artikel ini
PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO:IJ), emiten produsen Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) terkemuka di Indonesia, terus memperkuat posisi di industri yang kompetitif melalui inovasi produk dan ekspansi jaringan produksi. Strategi ini terbukti efektif, mengantarkan CLEO untuk kedua kalinya masuk dalam daftar Forbes 200 Best Under a Billion Asia 2025, yang berisi perusahaan terbaik di kawasan Asia-Pasifik dengan pendapatan tahunan antara USD 10 juta hingga USD 1 miliar

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO:IJ), emiten produsen Air Minum Dalam Kemasan (AMDK), terus memperkuat komitmen menuju net zero emission melalui pemanfaatan energi terbarukan dan program keberlanjutan lingkungan.

Sepanjang periode 2022–2025, CLEO telah memproduksi listrik dari pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sebesar 18.333.240 kWh. Pemanfaatan energi bersih tersebut berkontribusi pada pengurangan emisi karbon hingga 15.948 ton CO2e.

CEO CLEO, Melisa Patricia, menyatakan bahwa langkah ini sejalan dengan strategi pertumbuhan jangka panjang perusahaan yang berkelanjutan. Menurutnya, pemasangan PLTS di fasilitas produksi menjadi bagian penting dalam upaya menekan dampak lingkungan dari aktivitas operasional.

Baca Juga :   Hitachi Vantara Luncurkan Virtual Storage Platform One di Google Cloud Marketplace

Pada awal 2026, CLEO berencana menambah satu pabrik baru yang dilengkapi PLTS. Dengan penambahan tersebut, total kapasitas PLTS terpasang perusahaan akan meningkat menjadi 8 MWp, yang tersebar di berbagai fasilitas produksi.

Langkah Keberlanjutan Lingkungan

Pemanfaatan PLTS bukan satu-satunya inisiatif lingkungan yang dijalankan CLEO. Perusahaan juga aktif melakukan program penanaman pohon dan kegiatan bersih pantai di berbagai wilayah Indonesia.

Sejak 2013 hingga 2025, CLEO telah menanam 136.330 pohon, mayoritas berupa pohon bakau. Upaya ini berkontribusi terhadap penyerapan karbon sebesar 1.826 ton CO2e.

Selain itu, pada 10 Januari 2026, CLEO menggelar kegiatan bersih pantai di Pantai Kedonganan, Bali, yang melibatkan relawan serta komunitas lokal. Kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan #LangkahMurni CLEO yang berfokus pada pengurangan plastik sekali pakai dan pelestarian lingkungan pesisir.

Baca Juga :   Tempo Scan Persembahkan Inovasi Terbaru, Bodrexin Flu & Batuk PE Dry Syrup

Di Bali, CLEO juga menyesuaikan operasional produksinya dengan kebijakan daerah yang melarang peredaran kemasan plastik AMDK di bawah 1 liter. Produk yang dipasarkan di wilayah tersebut difokuskan pada kemasan yang mendukung pengurangan sampah plastik.

Ekspansi dan Kinerja Usaha

Di sisi bisnis, CLEO terus melakukan ekspansi untuk menjaga pertumbuhan berkelanjutan. Hingga saat ini, Perseroan telah mengoperasikan 32 pabrik yang tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia.

Baca Juga :   BCA dan UNDIP Kerja Sama Hadirkan Fasilitas Pembayaran Kuliah di myBCA dan Solar Panel Charging Station

Pada tahun 2026, CLEO menargetkan pengoperasian tiga pabrik baru yang berlokasi di Palu, Pontianak, dan Pekanbaru.

Dari sisi kinerja keuangan, hingga laporan keuangan kuartal III-2025, CLEO mencatatkan pertumbuhan penjualan 6 persen secara tahunan (YoY) menjadi Rp2,09 triliun. Capaian tersebut melampaui rata-rata pertumbuhan industri AMDK yang berada di kisaran 5 persen per tahun.

Manajemen menegaskan akan terus mencermati dinamika pasar, menghadirkan inovasi produk yang relevan, serta melanjutkan ekspansi ke wilayah potensial sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang.