BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – Schneider Electric mengumumkan pencapaian kinerja non-finansial tahun 2025 sekaligus menandai berakhirnya program Schneider Sustainability Impact (SSI) 2021–2025. Program ini menjadi kerangka strategis perusahaan dalam mendorong transformasi keberlanjutan di bidang iklim, sosial, dan tata kelola selama lima tahun terakhir.
Pada akhir kuartal IV 2025, program tersebut mencatat skor keseluruhan 8,86 dari 10, mencerminkan kemajuan signifikan yang dicapai perusahaan dalam menjalankan agenda keberlanjutan di seluruh operasi dan rantai nilai global.
Dorong Transisi Energi dan Dekarbonisasi
Selama periode program, Schneider Electric berperan aktif membantu pelanggan mengurangi jejak lingkungan melalui berbagai solusi teknologi energi dan digital.
Hingga akhir 2025, perusahaan telah membantu pelanggan menghemat dan menghindari sekitar 862 juta ton emisi karbon, melampaui target awal sebesar 800 juta ton CO₂.
Selain itu, melalui inisiatif Zero Carbon Project, Schneider Electric mendorong rantai pasoknya untuk melakukan dekarbonisasi dengan melibatkan 1.000 pemasok strategis. Upaya ini berhasil menurunkan 56 persen emisi operasional pemasok.
Komitmen pada Rantai Pasok Berkelanjutan
Perusahaan juga terus memperkuat standar keberlanjutan dalam rantai pasok global. Hingga 2025, sekitar 98 persen pemasok strategis telah memenuhi standar Decent Work yang diterapkan Schneider Electric.
Standar ini mencakup penghormatan terhadap hak asasi manusia, praktik ketenagakerjaan yang etis, serta peningkatan kesejahteraan pekerja di seluruh rantai nilai perusahaan.
Presiden Direktur Schneider Electric Indonesia & Timor-Leste, Martin Setiawan, mengatakan perjalanan program SSI juga membawa dampak nyata di Indonesia.
Ia menjelaskan bahwa perusahaan terus memperkuat komitmen keberlanjutan melalui inovasi teknologi, kolaborasi dengan pemerintah dan mitra industri, serta penguatan rantai pasok yang bertanggung jawab.
Menurutnya, keberlanjutan kini tidak hanya menjadi komitmen global, tetapi juga bagian dari strategi bisnis untuk meningkatkan daya saing industri sekaligus memberi dampak positif bagi masyarakat.
Perluas Akses Energi Bersih
Sejalan dengan misinya untuk mendorong kemajuan yang inklusif, Schneider Electric juga memperluas akses energi bersih melalui program Access to Energy yang dimulai sejak 2009.
Hingga akhir 2025, inisiatif ini telah memberikan akses energi bersih dan andal kepada lebih dari 61 juta orang di berbagai negara, melampaui target awal yang ditetapkan sebesar 50 juta penerima manfaat.
Perusahaan juga berinvestasi dalam peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan di bidang manajemen energi. Sejak 2009, lebih dari satu juta orang telah mengikuti program pelatihan tersebut.
Lebih dari 500 Inisiatif Keberlanjutan Lokal
Sejak 2021, Schneider Electric telah menjalankan lebih dari 500 inisiatif keberlanjutan lokal di berbagai negara tempat perusahaan beroperasi.
Berbagai program tersebut menunjukkan komitmen perusahaan dalam menciptakan dampak positif bagi komunitas sekaligus mempercepat transisi menuju ekonomi rendah karbon.
Strategy, Sustainability and Government Relations Director Schneider Electric, Donald Situmorang, mengatakan selesainya program SSI 2021–2025 bukanlah akhir dari perjalanan keberlanjutan perusahaan.
Menurutnya, fondasi yang telah dibangun melalui kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan, program dekarbonisasi, serta pengembangan talenta akan menjadi modal penting untuk mencapai target keberlanjutan hingga 2030.
Pengakuan Global atas Kinerja ESG
Pendekatan keberlanjutan Schneider Electric juga mendapat pengakuan dari berbagai lembaga pemeringkat Environmental, Social, and Governance (ESG) global.
Beberapa pencapaian tersebut antara lain:
- Medali Platinum EcoVadis
- Masuk dalam CDP Climate Change A List
- Peringkat pertama dalam Social Benchmark
- Peringkat ketiga dalam Gender Benchmark oleh World Benchmarking Alliance
Pengakuan tersebut memperkuat posisi Schneider Electric sebagai salah satu perusahaan teknologi energi global yang aktif mendorong transisi energi dan pembangunan berkelanjutan.











