BISNISASIA.CO.ID, BEIJING — SANY Heavy Industry mencatatkan kinerja keuangan positif sepanjang 2025 dengan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih yang signifikan.
Berdasarkan laporan tahunan, pendapatan perusahaan meningkat 14,73% secara tahunan menjadi US$12,49 miliar. Sementara itu, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham melonjak 41,18% menjadi US$1,18 miliar.
Kinerja tersebut turut ditopang arus kas operasional yang mencapai US$2,80 miliar, naik 34,84% dibandingkan tahun sebelumnya. Margin laba bersih juga meningkat menjadi 9,5%, mencerminkan efisiensi operasional yang lebih baik.
Seluruh lini bisnis utama mencatatkan pertumbuhan. Segmen ekskavator masih menjadi kontributor terbesar dengan pendapatan US$4,83 miliar, naik 13,73%. Segmen alat berat konstruksi beton menyumbang US$2,20 miliar atau naik 9,53%, sementara alat berat hoisting tumbuh 18,67% menjadi US$2,18 miliar.
Adapun segmen alat berat konstruksi jalan mencatat pertumbuhan 25,18% menjadi US$532 juta. Segmen piling machinery menjadi yang paling ekspansif dengan kenaikan 35,81% menjadi US$392 juta. Segmen lainnya berkontribusi sebesar US$2,35 miliar, meningkat 13,28%.
Dari sisi geografis, pasar internasional menjadi motor utama pertumbuhan. Pendapatan dari luar negeri mencapai US$7,83 miliar atau sekitar 64% dari total pendapatan, naik 15,14% secara tahunan.
Kawasan Asia Pasifik mencatatkan pendapatan US$3,34 miliar atau naik 16,17%. Sementara itu, pasar Eropa tumbuh 1,50% menjadi US$1,75 miliar, dan Amerika naik 8,52% menjadi US$1,56 miliar. Afrika menjadi wilayah dengan pertumbuhan tertinggi, melonjak 55,29% menjadi US$1,16 miliar.
Perusahaan juga memperkuat kapasitas inovasi melalui pengembangan pusat riset global serta peluncuran 60 produk baru untuk pasar internasional sepanjang 2025. Saat ini, produk SANY telah dipasarkan di lebih dari 180 negara dan wilayah.
Manajemen menyebut pertumbuhan didorong oleh permintaan kuat di pasar berkembang serta kinerja stabil di negara maju. Ke depan, SANY Heavy Industry akan melanjutkan strategi globalisasi, digitalisasi, dan dekarbonisasi, sekaligus memperluas bisnis ke sektor energi terbarukan dan peralatan cerdas. (prnewswire)











