Scroll untuk baca artikel
Lifestyle

Rhemedi Medical Services Raih Status OpenAI Select Partner

0
×

Rhemedi Medical Services Raih Status OpenAI Select Partner

Sebarkan artikel ini
Rhemedi Medical Services, sebuah platform layanan kesehatan dan teknologi yang berbasis di Jakarta, mengumumkan bahwa Rhemedi telah ditetapkan sebagai OpenAI Select Partner dalam OpenAI Partner Network.

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA-  Rhemedi Medical Services, platform layanan kesehatan dan teknologi berbasis di Jakarta, mengumumkan telah ditetapkan sebagai OpenAI Select Partner dalam OpenAI Partner Network.

Status tersebut memperkuat langkah Rhemedi dalam mengembangkan Medical Intelligence, dengan fokus pada pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) untuk mendukung layanan kesehatan yang lebih terintegrasi, terutama dalam pencegahan dan deteksi dini penyakit.

OpenAI Partner Network merupakan program global yang memungkinkan mitra membangun, menjual, dan menghadirkan solusi AI bersama OpenAI. Program tersebut mempertemukan OpenAI dengan mitra yang memiliki keahlian industri, kemampuan implementasi, serta hubungan dengan pelanggan, sekaligus memberikan sumber daya, pengetahuan, dan dukungan teknis untuk membantu organisasi mengadopsi teknologi AI.

Sebagai OpenAI Select Partner, Rhemedi Medical Services akan bekerja sama dengan OpenAI untuk membantu organisasi membangun dan menerapkan solusi AI secara bertanggung jawab dan efektif. Kolaborasi tersebut juga akan mendukung pemanfaatan model AI OpenAI dalam platform Rhemedi untuk menangani alur kerja yang lebih kompleks dan membutuhkan kemampuan penalaran yang lebih mendalam.

Rhemedi akan memfokuskan penerapan teknologi tersebut pada sektor kesehatan, antara lain preventive medicine, precision diagnostics, medical imaging, dan Medical Intelligence, dengan perhatian terhadap aspek keselamatan, tata kelola, dan penerapan AI yang bertanggung jawab dalam layanan kesehatan di Indonesia.

Baca Juga :   Samsung Pamerkan Inovasi Global Solve for Tomorrow di Milan

“Bagi Rhemedi, kecerdasan artifisial bukanlah tujuan akhir. AI adalah alat untuk membantu masyarakat memahami kesehatan secara lebih mendalam, mengenali risiko lebih dini, dan mengambil tindakan yang lebih tepat, sementara tanggung jawab klinis tetap berada pada dokter dan tenaga kesehatan,” ujar dr. Rheza Maulana Syahputra, Sp.Rad., Founder dan Clinical Governance Lead Rhemedi Medical Services.

Menurut Rheza, status OpenAI Select Partner juga membawa tanggung jawab bagi Rhemedi untuk mengembangkan Medical Intelligence dengan tetap mengedepankan tata kelola klinis.

“Meraih status OpenAI Select Partner merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab bagi kami untuk terus mengembangkan Medical Intelligence secara bertanggung jawab, dengan harapan memperluas akses terhadap preventive medicine dan layanan kesehatan yang lebih efektif, khususnya bagi masyarakat Indonesia,” katanya.

Kembangkan Medical Intelligence Assistant

Salah satu inisiatif yang tengah dikembangkan Rhemedi adalah Rhemedi Medical Intelligence Assistant (RHE-INA). Platform tersebut dirancang dengan tata kelola dokter untuk membantu menstrukturkan informasi klinis yang terfragmentasi, termasuk data laboratorium, dokumen medis, pencitraan medis, dan data genomik.

Baca Juga :   Trio GAC Rilis Single Lagu Higher

Informasi tersebut kemudian dapat ditinjau oleh tenaga kesehatan melalui alur kerja yang terkelola, terdokumentasi, dan dapat diaudit.

Dalam konsep RHE-INA, AI ditempatkan sebagai alat pendukung bagi tenaga kesehatan. Diagnosis, keputusan terapi, dan intervensi klinis tetap menjadi kewenangan dokter dan tenaga kesehatan yang memiliki kualifikasi.

Salah satu implementasi awal RHE-INA yang dirancang untuk kebutuhan acara tertentu diterapkan melalui RHE-NU, pendamping kesehatan berbasis AI yang digunakan untuk mendukung pelayanan kesehatan dalam sebuah kegiatan mass gathering berskala besar di Indonesia pada akhir Agustus 2026.

Implementasi tersebut memberikan pengalaman operasional bagi Rhemedi dalam penerapan AI-assisted intake, navigasi layanan kesehatan, eskalasi klinis, serta integrasi teknologi dengan tenaga medis di lingkungan pelayanan kesehatan nyata.

Integrasikan Imaging dan Genomik

Rhemedi melihat sektor kesehatan memiliki potensi besar dalam pemanfaatan AI, terutama ketika teknologi tersebut dikembangkan dengan dukungan keahlian domain dan tata kelola yang memadai.

Fokus pengembangan perusahaan mencakup preventive medicine, precision diagnostics, radiologi, Medical Intelligence, serta integrasi radiogenomik dalam jangka panjang.

Baca Juga :   Dimensity 9400, Cipset Ponsel Pintar Tawarkan Performa Ekstrem dan Efisiensi Daya

Dalam pengembangan Medical Intelligence, radiology imaging dan genomik, termasuk radiogenomik, menjadi salah satu domain yang dipandang penting untuk mendukung deteksi dini penyakit.

Pendekatan tersebut menggabungkan informasi risiko berbasis genotipe dari pemeriksaan genomik dengan informasi fenotipik yang diperoleh melalui pencitraan radiologi. AI dapat membantu klinisi mengolah dan mengintegrasikan data genomik dalam jumlah besar dengan informasi radiologi, data klinis, serta rekam medis lainnya.

Dengan dukungan bukti ilmiah dan literatur medis yang relevan, pendekatan tersebut ditujukan untuk membantu tenaga kesehatan memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai kondisi seseorang serta mengidentifikasi kemungkinan intervensi untuk menekan risiko penyakit sebelum berkembang lebih lanjut.

Ke depan, Rhemedi menargetkan penguatan kapabilitas teknis, tata kelola klinis, integrasi data kesehatan multimodal, imaging intelligence, dan layanan Medical Intelligence yang dapat diterapkan secara aman di berbagai lingkungan pelayanan kesehatan.

Perusahaan menekankan bahwa tujuan akhirnya bukan sekadar meningkatkan penggunaan AI di sektor kesehatan, melainkan mengubah data kesehatan menjadi informasi yang lebih bermakna, membantu tenaga kesehatan bekerja lebih efektif, serta memperluas akses terhadap layanan kesehatan berkualitas.