Scroll untuk baca artikel
Industri

Pelindo Regional 2 Banten Layani 39 Ribu Penumpang Selama Nataru

4
×

Pelindo Regional 2 Banten Layani 39 Ribu Penumpang Selama Nataru

Sebarkan artikel ini
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Banten mencatat keberhasilan dalam melayani arus penumpang dan kendaraan logistik selama periode Nataru 2025/2026. Pelayanan yang berlangsung sejak 19 Desember 2025 hingga 04 Januari 2026 di Pelabuhan Ciwandan untuk rute penyebrangan Jawa-Sumatera ini berjalan aman, tertib, dan lancar. Selama periode Nataru, Pelindo Regional 2 Banten mencatat 273 trip kapal operasi yang melayani mobilitas masyarakat dan logistik. Dari aktivitas itu, sebanyak 39.232 penumpang menyebrang melalui Pelabuhan Ciwandan. Angka ini menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan penyeberangan laut, khususnya pada momentum libur panjang akhir tahun yang identik dengan peningkatan pergerakan penumpang.

BISNISASIA.CO.ID, BANTEN – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Regional 2 Banten mencatat keberhasilan dalam melayani arus penumpang dan kendaraan logistik selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Operasional penyeberangan di Pelabuhan Ciwandan untuk rute Jawa–Sumatera berlangsung aman, tertib, dan lancar.

Pelayanan Nataru ini berlangsung selama 17 hari, mulai 19 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Sepanjang periode tersebut, Pelindo Regional 2 Banten mengoperasikan sebanyak 273 trip kapal untuk mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.

Puluhan Ribu Penumpang dan Kendaraan Terlayani

Selama masa angkutan Nataru 2025/2026, tercatat 39.232 penumpang menyeberang melalui Pelabuhan Ciwandan. Tingginya angka tersebut mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan penyeberangan laut, terutama pada momentum libur panjang akhir tahun yang identik dengan peningkatan arus perjalanan.

Baca Juga :   Apresiasi Mitra Bisnis, Sharp Gelar Dealer Convention 2024 di Labuan Bajo

Selain penumpang, Pelindo juga melayani 30.634 unit kendaraan, yang terdiri atas: 17.153 unit kendaraan roda dua (R-2) dan 13.481 unit truk logistik.

Arus kendaraan logistik tetap terjaga dengan baik, sehingga mendukung kelancaran distribusi barang selama periode libur Nataru.

Operasional Didukung Sarana dan Kesiapsiagaan Petugas

Sejak awal masa angkutan Nataru, Pelindo Regional 2 Banten mengelola operasional secara menyeluruh dengan dukungan sarana dan prasarana pelabuhan yang memadai. Kesiapsiagaan petugas di lapangan serta optimalisasi fasilitas pendukung menjadi faktor utama dalam menjaga kelancaran dan ketertiban arus penumpang maupun kendaraan.

Baca Juga :   ASSA Siap Tangkap Peluang Cerah Segmen Logistik Tahun Ini

Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci Keberhasilan

General Manager Pelindo Regional 2 Banten, Benny Ariadi, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh pihak yang terlibat.

“Pelayanan Nataru 2025/2026 di Pelabuhan Ciwandan merupakan bentuk komitmen kami dalam memastikan masyarakat dan logistik dapat sampai ke tujuan secara aman dan lancar dengan melayani sepenuh hati,” ujar Benny.

Ia menambahkan, keberhasilan pelayanan Nataru tidak terlepas dari sinergi lintas sektor yang terjalin secara intensif. Pelindo Regional 2 Banten berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan melalui KSOP dan BPTD, ASDP, Pemerintah Provinsi Banten, Pemerintah Kota Cilegon, Polda Banten, TNI AL Banten, serta instansi terkait lainnya.

Baca Juga :   Jelang Pemilu 2024, Forkopimda Provinsi Banten Solid Ciptakan Keamanan dan Ketertiban Pemilu 2024

“Koordinasi dan kolaborasi dengan seluruh stakeholder berjalan sangat baik. Sinergi ini membuat seluruh proses pelayanan di lapangan berjalan selaras dan responsif, sehingga masyarakat dapat menikmati layanan penyeberangan yang aman dan lancar sepanjang periode Nataru,” tutup Benny.

Komitmen Tingkatkan Kualitas Layanan

Dengan berakhirnya masa angkutan Nataru 2025/2026, Pelindo Regional 2 Banten menjadikan capaian ini sebagai pijakan untuk terus meningkatkan kualitas layanan ke depan. Pelindo berkomitmen menjadikan pelabuhan tidak hanya sebagai simpul transportasi, tetapi juga sebagai ruang pelayanan publik yang aman, nyaman, dan andal bagi masyarakat.