Scroll untuk baca artikel
Industri

Menaker Dorong Industri Kreatif Jadi Laboratorium Magang Nasional

2
×

Menaker Dorong Industri Kreatif Jadi Laboratorium Magang Nasional

Sebarkan artikel ini
Menaker Sebut Industri Kreatif Bisa Jadi Laboratorium Program Magang Nasional

BISNISASIA.CO.ID, JAKARTA – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menilai industri kreatif berpotensi menjadi laboratorium pengembangan Program Magang Nasional atau MagangHub.

Hal tersebut disampaikan saat meninjau pelaksanaan program magang di PT Rasa Kreasi Karya (Tandhok Space), Kota Semarang, Jawa Tengah.

Kunjungan ini bertujuan melihat langsung model pembelajaran kerja di sektor kreatif yang dinilai memiliki karakter berbeda dibanding sektor konvensional.

“Kami ingin memastikan pelaksanaan magang nasional benar-benar memberikan pengalaman dan peningkatan kompetensi bagi peserta,” ujar Menaker.

Industri Kreatif Dinilai Adaptif

Menurut Yassierli, industri kreatif memiliki karakteristik yang menuntut adaptasi tinggi, kreativitas, kolaborasi, serta ketepatan eksekusi.

Baca Juga :   Komitmen Dorong Komersialitas PLTP, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Gandeng PT PLN IP

Hal ini menjadikannya sebagai ruang pembelajaran yang relevan untuk mengasah keterampilan kerja.

Pemerintah sebelumnya telah meninjau program magang di berbagai sektor seperti manufaktur, jasa, media, hingga perbankan.

Sektor kreatif menjadi pelengkap untuk memperkaya model pelaksanaan magang nasional.

Ia menambahkan, jika dikelola optimal, industri kreatif tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga mampu membuka lapangan kerja baru dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Fokus pada Pengalaman Kerja Nyata

Dalam kunjungan tersebut, Menaker juga berdialog dengan peserta dan mentor untuk memastikan program magang tidak sekadar formalitas administratif.

Baca Juga :   Generali Indonesia Perkuat Peran Perempuan Lewat Strategi DEI

Program Magang Nasional dirancang agar peserta mendapatkan pengalaman kerja selama enam bulan, didampingi mentor, serta melakukan pencatatan aktivitas harian sebagai bagian dari evaluasi kompetensi.

Dengan pendekatan ini, peserta diharapkan mengalami peningkatan keterampilan yang terukur dan relevan dengan kebutuhan industri.

Siapkan Tenaga Kerja Siap Pakai

Menaker menegaskan tujuan utama program pemagangan adalah menyiapkan tenaga kerja agar siap bersaing di pasar kerja, bukan semata-mata untuk langsung direkrut sebagai karyawan tetap.

“Setelah enam bulan, peserta memiliki pengalaman kerja dan sertifikat magang sehingga kompetensinya meningkat,” jelasnya.

Baca Juga :   Xavier Marks Indonesia Lanjutkan Ekspansi Global ke Jepang dan Malaysia

Meski demikian, dalam praktiknya tidak sedikit perusahaan yang merekrut peserta magang setelah melihat kinerja mereka selama program berlangsung.

Ribuan Peserta Terlibat

Di Jawa Tengah, program pemagangan nasional telah melibatkan sekitar 700 mitra penyelenggara dengan jumlah peserta mencapai 8.518 orang.

Sementara di Kota Semarang, terdapat 153 mitra penyelenggara dengan total peserta magang sebanyak 1.687 orang.

Pemerintah berharap program ini dapat terus diperluas untuk mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia sekaligus menjawab kebutuhan dunia kerja.